ETIndonesia. Industri restoran di daratan Tiongkok terus mengalami kelesuan, tahun lalu hampir 3 juta restoran tutup, mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, diprediksi pada paruh pertama tahun ini, industri restoran mungkin akan menghadapi gelombang tutup yang lebih besar.
Penutupan Restoran Meluas
Dari restoran yang tutup tahun lalu, terdiri dari berbagai jenis usaha restoran, termasuk merek ternama, restoran populer di media sosial, dan jaringan kedai minuman, sementara Mos Burger Jepang malah sepenuhnya keluar dari pasar Tiongkok.
Menurut data dari Hongcan Big Data, hingga Desember 2024, jumlah toko baru di sektor roti dan kue mencapai 103.000, sementara yang tutup sebanyak 95.000, menghasilkan pertumbuhan bersih kurang dari 8.000 toko.
“Pada 1 Januari 2025, pukul 15.00 sore, restoran terakhir saya juga tutup. Saya baru saja membubarkan seluruh karyawan. Saya berjanji kepada mereka bahwa semua gaji, termasuk tunggakan biaya listrik, air, dan sewa, akan dilunasi sebelum tanggal 8 Januari. Totalnya sekitar RMB.500 ribu . Setelah berjuang selama lebih dari 10 tahun, kini saya kehilangan semua harapan,” kata seorang pemilik restoran yang terpaksa tutup.
Penyebab Utama
Para ahli menyebutkan beberapa faktor penyebab utama:
- Permintaan dalam negeri yang lesu.
- Biaya operasional yang terus meningkat.
- Persaingan yang berlebihan.
Dengan ekonomi yang lesu dan penyusutan aset kelas menengah, sebagian besar konsumen kini lebih memilih makanan yang lebih terjangkau dan esensial.
Penjualan Peralatan Restoran
Seorang pemilik bisnis daur ulang peralatan restoran mengungkapkan: “Semua peralatan ini dijual dengan harga murah. Meja seperti ini, yang awalnya dibeli seharga lebih dari RMB.1.000 , sekarang hanya RMB.50 atau 60 . Peralatan untuk restoran ini dulunya menghabiskan lebih dari RMB. 200 ribu , tetapi sekarang hanya dijual sekitar RMB.7 atau 8 ribu .”
Hingga akhir November 2024, data dari Beijing Jingqi Zhizao Catering Equipment Co. Ltd. menunjukkan bahwa mereka telah mendaur ulang lebih dari 2.000 restoran sepanjang tahun itu, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2023.
Prospek ke Depan
Diperkirakan pada paruh pertama tahun ini, industri restoran akan menghadapi gelombang penutupan yang lebih besar. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


