Putin Setuju Bertemu Trump, Zelenskyy Merespon 

ETIndonesia. Pada Jumat (24/1/2025), Presiden Rusia Vladimir Putin setuju untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump dan untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui bahwa jika Trump memegang kekuasaan saat itu, perang Ukraina mungkin tidak akan terjadi. Pada Sabtu (25/1/2025), Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menanggapi dengan mengatakan bahwa negosiasi damai harus melibatkan Ukraina, jika tidak, kesuksesan tidak akan tercapai.


“Saya harus setuju dengannya (Trump). Jika dia adalah presiden saat itu, jika kemenangan itu tidak dicuri darinya pada 2020, krisis Ukraina pada 2022 dapat dihindari,” ujar Presiden Rusia Vladimir Putin. 

Pernyataan ini adalah tanggapan Putin terhadap komentar Trump sebelumnya, yang menegaskan bahwa jika dia menjadi presiden, perang Rusia-Ukraina tidak akan terjadi.

Pada Kamis (23 Januari), Trump di Gedung Putih mengatakan bahwa dia dan Putin harus segera bertemu.

“Dari apa yang saya dengar, jika memungkinkan, Putin ingin bertemu dengan saya dan mengadakan pembicaraan. Saya berharap pembicaraan dapat segera dilakukan. Setiap hari tanpa pembicaraan, para prajurit terus gugur di medan perang,” ujarnya. 

Putin mengatakan kepada wartawan bahwa dia siap untuk berdialog tentang semua isu yang menjadi perhatian Amerika Serikat dan Rusia, sesuai dengan kondisi saat ini.

Tanggapan Zelenskyy

Mengenai prospek perundingan damai untuk perang Rusia-Ukraina, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu, selama kunjungan Presiden Moldova ke Kyiv, mengatakan bahwa dia percaya Trump dapat memfasilitasi pembicaraan, tetapi Ukraina harus terlibat.

“Pengaturan perundingan harus melibatkan Ukraina. Saya sangat berharap Ukraina ada di sana, bersama Amerika Serikat, Eropa, dan Rusia. Saya ingin ada keterlibatan Eropa, karena kami akan menjadi anggota Uni Eropa,” ujarnya. 

Zelenskyy juga dalam video yang dirilis pada Jumat malam menegaskan bahwa Putin “berusaha memanipulasi keinginan presiden Amerika untuk mencapai perdamaian, tetapi saya yakin bahwa manipulasi Rusia tidak akan berhasil lagi.” (Hui)

Sumber ; NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine