Wanita di Tiongkok Diduga Melompat ke Sungai Bersama Bayinya yang Berusia 3 Bulan, Netizen Pertanyakan Alasan Sebenarnya

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang wanita di Yunnan, Tiongkok, dilaporkan hilang setelah diduga melompat ke Sungai Nu bersama bayinya yang baru berusia 3 bulan. Kabar ini menarik perhatian luas di media sosial.

Menurut pengumuman pencarian yang dikeluarkan oleh keluarganya, wanita bernama Ni Chunhua, yang lahir pada tahun 1992, melompat ke sungai pada  14 Februari sambil menggendong bayi perempuannya. Keluarga berharap ada saksi mata yang bisa memberikan informasi tentang keberadaannya.

Menurut laporan media Jiupai News, pada  16 Februari sore, suami Ni Chunhua, San Xiuhua, mengatakan bahwa istrinya telah melompat ke sungai. Ia sudah melaporkan kejadian ini ke polisi dan berencana untuk terus mencari hingga menemukan jasadnya.

San Xiuhua menjelaskan bahwa sebelumnya istrinya sempat kembali ke rumah orang tuanya selama sebulan. Namun, sehari setelah kembali ke rumah suaminya, ia langsung melompat ke sungai.

Sebelum kejadian, Ni Chunhua sempat berselisih dengan putrinya yang lebih tua terkait masalah keuangan. 

“Anak perempuan saya yang lebih besar ingin membeli sepasang sepatu seharga RMB.200 , tapi istri saya merasa sayang untuk memberikan uang sebanyak itu dan hanya memberikan RMB.100 . Dari situlah mereka mulai bertengkar,” ungkapnya.

San Xiuhua menambahkan bahwa pada  14 Februari pagi sekitar pukul 09.30, istrinya pergi keluar rumah bersama bayi mereka untuk berbelanja. Namun, setelah itu, ia tidak pernah kembali.

“Saya bekerja di luar kota, dan istri saya biasanya tetap di rumah. Hubungan kami baik, kami tidak pernah bertengkar. Bayi kami sebenarnya belum genap tiga bulan, masih sangat kecil,” kata San Xiuhua.

Polisi dan Warganet Ikut Menyoroti Kasus Ini

Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan kejadian ini, dan Kantor Polisi Liuku telah mengirim petugas untuk menyelidiki di lokasi kejadian.

Pada  17 Februari, berita ini menjadi trending di media sosial dan memicu banyak diskusi di kalangan netizen

Seorang pengguna media sosial dengan akun “Tuyi_zimo” menulis: “Seorang ibu muda melompat ke sungai bersama bayinya yang baru berusia tiga bulan pada Hari Valentine. Betapa besar keputusasaan dan ketidakberdayaan yang harus dia alami? Saya berharap polisi dapat segera mengungkap kebenaran. Masyarakat juga harus lebih memperhatikan kesehatan mental ibu-ibu muda dan wanita yang ditinggalkan di desa, agar tragedi seperti ini tidak terulang lagi.”

Akun lain “Xinqing Xinyu Psychology” mempertanyakan pernyataan sang suami:
“Mengapa suami malah menyalahkan anak perempuan mereka? Mereka hanya bertengkar karena masalah uang, apakah itu cukup menjadi alasan untuk bunuh diri?”

Sementara itu, akun “Yezi Xiaojian 2580” menulis:
“Saya merasa pasti ada masalah dalam keluarga ini. Tidak mungkin seorang ibu tiba-tiba membawa anaknya untuk melompat ke sungai tanpa alasan yang jelas. Ini sangat mencurigakan.”

Beberapa netizen juga berpendapat bahwa kemungkinan besar Ni Chunhua mengalami depresi pasca melahirkan.

“Mungkin dia mengalami depresi pascapersalinan,” kata seorang pengguna.
“Tapi apa salahnya bayi kecil itu?” timpal pengguna lainnya.

Banyak juga yang meragukan pernyataan San Xiuhua dan menuduhnya berusaha mengalihkan tanggung jawab ke anak mereka yang lebih tua.
“Mengapa suami menyalahkan anak perempuan mereka? Apa anak itu bisa menanggung beban ini?” tulis seorang warganet.
“Kenapa hanya mendengar sisi cerita dari suami? Kenapa tidak ada yang mewawancarai orang lain?”

Putri Sulung Curhat di Media Sosial: “Aku Hampir Hancur”

Setelah kejadian ini, seorang pengguna Douyin dengan akun “Chuxiangshi,” yang diduga merupakan putri sulung Ni Chunhua, mengunggah postingan yang penuh emosi:

“Mama, aku hampir hancur. Kenapa tidak ada yang percaya padaku? Kenapa semua orang bilang kau melompat ke sungai karena bertengkar denganku? Itu tidak masuk akal. Apa benar kau dan paman (suami keduamu) tidak pernah bertengkar? Aku hampir tidak sanggup lagi menanggung tekanan dari komentar-komentar di internet…”

Dalam postingan lainnya, ia menulis: /”Ada beberapa hal yang tidak boleh aku katakan karena keluargaku melarang. Jika aku bicara, aku yang akan menjadi sasaran perundungan online.”

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine