EtIndonesia. Sebuah rumah duka kecil di Tiongkok barat daya telah memperoleh ketenaran yang tak terduga setelah seorang netizen lokal dengan antusias mempromosikan mie berasnya yang lezat dengan membagikan pengalaman bersantapnya secara daring.
Dalam beberapa minggu terakhir, kantin Rumah Duka Erlong di Kaili, Provinsi Guizhou, telah ramai dengan pengunjung yang tertarik dengan hidangan mie yang terkenal itu, sebagaimana dilaporkan oleh Yangcheng Evening News.
Untuk menikmati makanan lezat itu, banyak pelanggan berpura-pura sebagai saudara atau teman keluarga yang menyelenggarakan upacara pemakaman, karena kantin itu tidak terbuka untuk umum, demikian laporan tersebut.
Mie beras tersedia setiap hari dari pukul 6 hingga 8 pagi dan pukul 10 hingga 10.30 malam, meskipun waktu tunggunya dapat mencapai satu jam karena permintaan yang tinggi.
Popularitas hidangan itu melonjak setelah seorang blogger lokal berbagi pada awal Februari bagaimana ibunya mengejutkannya dengan mengajaknya menikmati mi beras di rumah duka.

“Awalnya, saya ragu karena tempatnya cukup jauh dari pusat kota, tetapi ibu saya bersikeras,” kenangnya dalam video tersebut. “Setelah mencoba bihunnya, saya merasa sangat lezat.”
“Banyak orang memuji bihun kami karena koki kami sangat terampil,” komentar seorang pekerja di rumah duka. “Kami hanya menggunakan bahan-bahan segar, kaldu kami direbus dengan tulang babi selama berjam-jam, dan saus cabai kami berasal dari resep rahasia.”
Setiap mangkuk, dengan harga 10 yuan (sekitar Rp 22 ribu), ditawarkan dalam empat rasa – daging campur, ayam pedas, daging cincang, atau kaki babi.
“Kami menghadapi tekanan yang sangat besar dalam mengelola masuknya pengunjung. Beberapa tidak menghadiri upacara pemakaman tetapi berpura-pura sebagai saudara atau teman, sehingga sulit bagi kami untuk membedakan mereka,” kata pekerja yang tidak disebutkan namanya itu.

Meskipun pendapatan dari hidangan ini memuaskan, mereka tidak bermaksud untuk membuka usaha tersebut untuk masyarakat umum, menurut karyawan tersebut.
Video yang memperlihatkan bihun dan kerumunan di rumah duka telah ditonton 5 juta kali di platform media sosial utama, yang memicu gelombang komentar lucu di internet.
“Merupakan keajaiban bagi rumah duka untuk menjadi terkenal karena bihunnya,” komentar seorang netizen.
Yang lain bercanda: “Koki mereka bisa membuka restoran sendiri, dengan nama Mie Beras Rumah Duka.”
Sebaliknya, pengguna media sosial ketiga berkomentar: “Betapa pun lezatnya, saya tidak akan pergi ke sana untuk makan karena rumah duka terasa seperti tempat yang penuh kesialan.” (yn)
Sumber: scmp