Secangkir Teh Sehari Dapat Membantu Menyaring Logam Berat dari Air 

Para ilmuwan menemukan bahwa partikel logam berat menempel pada permukaan daun teh

George Citroner

Para pecinta teh mungkin memiliki alasan tambahan untuk menikmati minuman favorit mereka: penelitian baru dari Universitas Northwestern menunjukkan bahwa menyeduh teh dapat membantu menghilangkan logam berat berbahaya seperti timbal dan kadmium, yang berpotensi sebagai penyaring air alami.

“Kontaminasi timbal, serta logam lain, dalam air minum merupakan tantangan serius di seluruh dunia. Toksisitas timbal dari semua sumber diperkirakan berkontribusi langsung terhadap sekitar satu persen dari total beban penyakit global,” kata Benjamin Shindel, penulis utama studi tersebut, kepada The Epoch Times.

Teh Dapat Secara Pasif Mengurangi Paparan Logam Berat

Dalam penelitian yang diterbitkan Selasa di jurnal ACS Food Science & Technology, para ilmuwan menemukan bahwa partikel logam berat menempel pada permukaan daun teh dan tetap terperangkap di sana hingga kantong teh bekas dibuang. Daun teh dan kantong teh menyerap logam berat dalam air panas.

Vinayak Dravid, profesor ilmu dan teknik material sekaligus penulis senior studi ini, menjelaskan bahwa daun teh memiliki luas permukaan aktif yang tinggi, yang merupakan sifat berguna untuk bahan penyerap.

Para peneliti menemukan bahwa jenis kantong teh yang digunakan sangat penting. Sementara kantong berbahan katun dan nilon hanya menyerap sedikit logam berat, kantong berbahan selulosa bekerja jauh lebih baik. Menurut Shindel, kantong katun dan nilon hampir tidak menghilangkan logam berat dari air, dan nilon bahkan “bermasalah” karena melepaskan mikroplastik.

Sebagian besar kantong teh yang saat ini digunakan di pasaran terbuat dari bahan alami seperti selulosa. “Ini mungkin melepaskan mikropartikel selulosa,” jelasnya, namun menambahkan bahwa serat ini dapat ditoleransi oleh tubuh manusia.

Kantong teh berbentuk piramida berkualitas tinggi, yang dikenal dengan tampilan transparan dan jaringnya, biasanya terbuat dari nilon. Sebaliknya, kantong teh konvensional—baik berbentuk kotak, klasik, atau bundar—umumnya terdiri dari serat selulosa, yang memberikan tekstur mirip kertas.

Kantong teh berbasis selulosa ini sering dipasarkan sebagai “biodegradable” atau “berbahan dasar tumbuhan.” Bagi penggemar teh lepas, kantong teh berbahan katun menawarkan alternatif yang dapat digunakan kembali dan diisi dengan daun teh lepas beberapa kali.

Waktu Penyeduhan Berpengaruh

Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu penyeduhan juga berperan penting dalam efektivitas teh dalam menghilangkan logam berat. Dravid dan timnya berhipotesis bahwa semakin lama teh diseduh, semakin banyak logam berat yang dapat diserap, dengan rentang waktu dari beberapa menit hingga beberapa jam untuk memaksimalkan potensi pemurnian teh.

“Kami menemukan bahwa berbagai metode penyeduhan teh secara pasif dapat menghilangkan sebagian besar timbal dari air minum,” kata Shindel. “Efektivitasnya sangat bergantung pada waktu penyeduhan: semakin lama teh diseduh, semakin banyak logam berat yang dapat dihilangkan.”

Mereka memperkirakan bahwa secangkir teh biasa dapat menghilangkan sekitar 15 persen timbal dari air minum, bahkan pada kadar setinggi 10 bagian per juta, yang dianggap beracun.

Namun, dengan konsentrasi timbal yang lebih rendah, daun teh tetap dapat menghilangkan sebagian logam dari air dengan cara yang sama, menurut Shindel.

Para Peneliti Menguji Berbagai Jenis Teh

Dalam penelitian ini, Dravid dan timnya menguji berbagai jenis teh, kantong teh, dan metode penyeduhan untuk melihat bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi penyerapan logam berat. Mereka menguji “teh sejati” seperti teh hitam, hijau, oolong, dan putih, serta teh herbal seperti chamomile dan rooibos—yang juga dikenal sebagai “teh merah” atau “teh merah Afrika.”

Para peneliti membuat larutan air yang mengandung jumlah timbal dan logam lain yang telah ditentukan, kemudian memanaskan larutan ini hingga mendekati titik didih sebelum menambahkan teh.

Meskipun sebagian besar jenis teh menunjukkan hasil yang serupa, chamomile—yang berbentuk bunga, bukan daun—berkinerja lebih buruk dalam remediasi air.

Mereka juga menemukan bahwa menggiling daun teh meningkatkan kemampuannya dalam menyerap logam berat dengan memperluas luas permukaan, yang terlihat dari perbedaan antara teh hitam Yunnan yang digiling halus dan dalam bentuk utuh.

‘Potensi yang Belum Dikenal’

Dalam sebuah pernyataan, Dravid menekankan bahwa “kami tidak menyarankan semua orang mulai menggunakan daun teh sebagai penyaring air.”

Ia menambahkan bahwa dalam penelitian ini, tujuan utamanya adalah mengukur kemampuan teh dalam menyerap logam berat.

“Dengan mengkuantifikasi efek ini, penelitian kami menyoroti potensi yang belum dikenal dari konsumsi teh untuk secara pasif mengurangi paparan logam berat di populasi global,” kata Dravid.

“Studi kami menekankan perlunya pendekatan sederhana dan mudah digunakan dalam menghadapi masalah kompleks seperti kualitas air,” tambahnya. “Bagi saya sendiri, hal ini memperkuat gagasan bahwa, sementara kita berusaha membersihkan lingkungan secara keseluruhan, mungkin ada cara untuk membersihkan air ‘satu gelas pada satu waktu.’”

Pakar Menyarankan Kehati-hatian terhadap Temuan Ini

“Data ini menarik karena menjelaskan mekanisme potensial dari beberapa manfaat kesehatan yang dikaitkan dengan konsumsi teh,” kata Dr. Ryan Marino, ahli toksikologi medis, dokter gawat darurat, dan spesialis pengobatan kecanduan di Case Western Reserve University School of Medicine, kepada The Epoch Times.

Marino mencatat bahwa meskipun kita tahu bahwa teh mengandung berbagai senyawa yang memiliki efek terhadap kesehatan manusia, pemahaman kita tentang senyawa ini belum sepenuhnya menjelaskan semua manfaat kesehatan yang dikaitkan dengan teh. Oleh karena itu, temuan studi ini menawarkan jalur baru untuk dieksplorasi dalam penelitian ilmiah mendatang.

Masih ‘Belum Jelas’ Apakah Penyeduhan Teh Cukup untuk Meningkatkan Kesehatan

Marino menekankan bahwa meskipun data ini menunjukkan bahwa menyeduh teh dapat menghilangkan jejak logam berat dari air, belum jelas apakah jumlah yang dihilangkan cukup untuk memberikan efek kesehatan yang signifikan, “yang merupakan pertanyaan untuk penelitian di masa depan.”

Ia juga menambahkan bahwa metode ini dapat dianggap subjektif, “agak tidak dapat diandalkan,” dan terbatas dalam kemampuannya menyerap logam berat. Faktor seperti jenis air, wadah, waktu penyeduhan, dan metode yang digunakan dapat menyebabkan variasi besar dalam jumlah logam yang diserap.

“Jadi, cara terbaik untuk menghindari paparan logam berat adalah melalui pencegahan utama, dengan regulasi terhadap industri, produk limbah, serta air, udara, dan makanan,” katanya. “Tugas ini saat ini dijalankan oleh EPA (Badan Perlindungan Lingkungan AS) dan FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS).”

Terakhir, Marino mencatat bahwa tanaman, termasuk daun teh, biasanya mengandung sejumlah logam berat sendiri karena tanah dan air tempat mereka tumbuh, serta kontaminan tambahan dari proses produksi. “Hal ini dapat semakin membatasi potensi manfaat ini dan memerlukan penelitian lebih lanjut.”

Studi baru ini menantang pemahaman konvensional yang menganjurkan untuk tidak menyeduh teh terlalu lama. Meskipun umumnya dipercaya bahwa tanaman teh menyerap logam berat dari tanah, para peneliti menekankan bahwa diperlukan lebih banyak studi untuk sepenuhnya memverifikasi temuan ini.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine