EtIndonesia. Pandemi terus meluas di Tiongkok, menyebabkan rumah sakit dan krematorium di banyak daerah penuh sesak. Di pedesaan, semakin banyak kuburan baru bermunculan. Sejak memasuki musim dingin, banyak anggota Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan para pendukungnya mengalami kematian mendadak. Banyak dari mereka meninggal tanpa gejala, bahkan ada yang meninggal dalam tidur.
Dilaporkan NTD, (1/3/2025) seorang warga Chongqing, Tuan Guo, mengungkapkan bahwa rumah sakit dan krematorium setempat penuh sesak sepanjang waktu. Banyak pasien mengalami infeksi paru-paru dan penyakit jantung. Ia sendiri telah batuk selama tujuh hingga delapan hari.
Tuan Guo, warga Chongqing: “Banyak orang yang terkena flu belakangan ini. Saya sendiri sudah sakit selama beberapa hari. Sejak Tahun Baru Imlek hingga sekarang, sudah banyak yang meninggal. Informasi ini ditutup-tutupi.”
“Di sekitar saya, ada tiga orang yang meninggal—semua berusia sekitar 60 tahun, mengalami gagal jantung atau stroke. Salah satu dari mereka dirawat di ICU selama lebih dari 10 hari, ada yang hanya beberapa hari, tetapi tetap tidak bisa diselamatkan. Mereka semua adalah pensiunan perusahaan milik negara, dan semuanya adalah anggota Partai Komunis yang setia.”
Di berbagai daerah, banyak orang mengungkapkan bahwa pada musim dingin ini, banyak lansia meninggal secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda penyakit sebelumnya. Mereka adalah orang-orang yang setiap hari menonton televisi dan telah lama dicuci otaknya oleh media PKT, serta setia mendukung Partai Komunis.
Tuan Wen, warga desa di Yongzhou, Hunan: “Saya tahu ada sekitar sepuluh orang yang meninggal mendadak. Usia mereka beragam, ada yang 70–80 tahun, ada juga yang 50–60 tahun. Semua meninggal dengan cepat akibat masalah jantung dan pembuluh darah. Sebagian besar tidak bisa diselamatkan. Ada yang sehat-sehat saja, tetapi meninggal dalam tidur. Di desa kami, pemakaman umumnya dilakukan secara tradisional (dikubur), jadi pasti ada banyak kuburan baru.”
Tuan Lu, warga Suqian, Jiangsu: “Hampir semua orang di sini mengalami demam dan flu, termasuk saya. Mereka menyebutnya ‘flu tipe A’, tetapi saya tidak percaya sepenuhnya. Kebanyakan yang meninggal adalah lansia, berusia di atas 70 tahun.”
Seorang warga Shanghai, Tuan Qi, mengungkapkan bahwa tahun ini demam dan flu menyerang banyak orang, baik dewasa maupun anak-anak, dengan gejala muntah dan diare. Rumah sakit tidak lagi melakukan tes dan tidak menjelaskan penyakit apa yang sebenarnya terjadi. Pemulihan dari infeksi biasanya memakan waktu lebih dari 10 hari.
Tuan Qi mengklaim bahwa ia tetap sehat karena mengikuti ajaran Li Hongzhi, pendiri Falun Gong, dengan keluar dari PKT dan mengucapkan : “Falun Dafa Hao, Zhen Shan Ren Hao” (Falun Dafa itu baik, Sejati-Baik-Sabar itu baik).
Tuan Qi, warga Shanghai: “Sekarang ada begitu banyak kasus kematian mendadak. Ada beberapa orang yang berusia 50–60 tahun yang meninggal begitu saja tanpa gejala atau keluhan kesehatan sebelumnya. Salah satunya meninggal saat sedang duduk—tiba-tiba saja meninggal, tanpa sempat mendapat pertolongan. Di desa kami, seorang pria berusia 60 tahun meninggal mendadak menjelang Tahun Baru Imlek. Ayahnya adalah sekretaris desa, dan mereka semua adalah anggota Partai. Mereka dulu sangat percaya bahwa Partai Komunis tidak akan pernah runtuh.”
Pada Agustus 2023, Master Li Hongzhi memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 ditujukan terutama kepada Partai Komunis Tiongkok serta orang-orang yang membabi buta mengikuti, mendukung, dan bekerja untuk PKT. Dalam artikel berjudul “Rasional”, Master Li mengajarkan bahwa cara terbaik untuk menghindari wabah adalah dengan “Tiga Mundur” (keluar dari PKT, Liga Pemuda, dan Pionir Muda) serta tulus mengucapkan kata-kata bijak.” (Hui)
Sumber : NTDTV.com


