Prajurit Serigala Sesumbar Teriak Perang, Menhan AS Respon Tegas, Lalu PKT Mengubah Nada Bicaranya

Saat situasi Rusia-Ukraina menarik perhatian dunia, keamanan di Selat Taiwan juga terus menjadi sorotan. Pada konferensi pers Gedung Putih  3 Maret 2025, ketika ditanya tentang kemungkinan invasi Partai Komunis Tiongkok (PKT) ke Taiwan, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa jika sesuatu terjadi pada Taiwan, dampaknya terhadap AS akan sangat besar.

Di tengah babak baru perang dagang AS-Tiongkok, PKT melontarkan ancaman, tetapi Menteri Pertahanan AS merespons dengan tegas. Namun, keesokan harinya, Kementerian Luar Negeri PKT mengubah nada dengan mengatakan bahwa “tidak bisa dan tidak akan menang dalam perang.”

EtIndonesia. Pada 3 Maret, Trump menandatangani perintah eksekutif yang meningkatkan tarif impor barang dari Tiongkok, dari sebelumnya 10% menjadi 20%, yang mulai berlaku pada 4 Maret.

Trump mengatakan, “Saya tidak bisa memastikan seberapa tinggi tarif yang akan dikenakan terhadap Tiongkok. Itu tergantung bagaimana mereka mengelola mata uang mereka dan apakah mereka akan melakukan semacam pembalasan ekonomi. Namun, saya rasa mereka tidak akan banyak membalas.”

Menurut analisis Deutsche Welle, Tiongkok menghadapi berbagai tantangan ekonomi, termasuk meningkatnya ketegangan perdagangan dengan AS, melemahnya permintaan domestik, tekanan deflasi, dan sektor properti yang terus lesu. Kebijakan tarif AS dapat memperburuk ekspor Tiongkok, sehingga Beijing mungkin meningkatkan pengeluaran fiskal secara signifikan, dengan defisit anggaran diperkirakan mencapai rekor tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Dalam menanggapi kebijakan AS, Kedutaan Besar PKT di Washington mengeluarkan pernyataan bahwa “jika AS ingin perang, baik perang tarif, perang dagang, atau bentuk perang lainnya, maka kami akan meladeninya sampai akhir.”

Sebagai tanggapan, pada 5 Maret, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa AS telah “siap” untuk menghadapi perang dengan PKT.

Hegseth menambahkan, “AS memprioritaskan pencegahan perang di kawasan Pasifik dengan PKT, tetapi juga menyadari keterbatasan sumber daya dan melakukan penyesuaian untuk memastikan bahwa strategi pencegahan ini tidak gagal.”

Namun, pada 6 Maret, Kementerian Luar Negeri PKT mengubah sikapnya dan menyatakan bahwa baik perang tarif, perang dagang, Perang Dingin, maupun perang bersenjata, “tidak bisa dan tidak akan menang.”

Sementara itu, aksi peretasan oleh Tiongkok semakin merajalela. Pada 5 Maret, Departemen Kehakiman AS mengumumkan dakwaan terhadap 12 peretas Tiongkok yang dituduh melakukan serangan siber global dan mencuri data dari berbagai negara, termasuk Departemen Perdagangan AS, Taiwan, Korea Selatan, India, dan Indonesia. Kelompok media Epoch Times juga menjadi target serangan ini.

Dari 12 peretas tersebut, delapan di antaranya berasal dari perusahaan Anxun, yang bekerja sama dengan 43 lembaga intelijen dan kantor kepolisian di Tiongkok. Biaya untuk membobol satu akun email berkisar antara 10.000 hingga 75.000 dolar AS. Selama bertahun-tahun, perusahaan ini telah menghasilkan puluhan juta dolar dari aktivitas ilegalnya.

Manajer firma hukum AS, Liang Shaohua, mengatakan, “Lingkungan internet di Tiongkok sangat tertutup. Warga biasa bahkan tidak bisa mengakses internet bebas. Jadi, bagaimana mungkin perusahaan ini bisa mendapatkan kontrak dari Kementerian Keamanan Publik dan Kementerian Keamanan Negara serta melakukan serangan siber? Jelas, ini adalah operasi yang didukung oleh pemerintah, pada dasarnya mereka adalah tentara siber Partai Komunis Tiongkok.”

Saat ini, ke-12 tersangka masih buron, dan lembaga penegak hukum AS menawarkan hadiah besar untuk menangkap mereka.

Pada 3 Maret, Trump mengumumkan bahwa perusahaan semikonduktor Taiwan, TSMC, akan meningkatkan investasinya di AS hingga 100 miliar dolar.

Trump mengatakan, “Hari ini, TSMC mengumumkan bahwa dalam waktu dekat mereka akan menginvestasikan setidaknya 100 miliar dolar di AS untuk membangun fasilitas manufaktur semikonduktor paling canggih.”

Ketika ditanya tentang potensi invasi PKT ke Taiwan, Trump menekankan bahwa Taiwan memiliki dampak besar terhadap AS.

Seorang jurnalis bertanya, “Jika PKT mencoba mengisolasi atau bahkan menduduki Taiwan, apakah ini akan mengurangi dampak gangguan pasokan chip terhadap AS?”

Trump menjawab, “Itu pertanyaan yang sangat bagus. Saya tidak bisa mengatakan akan meminimalkan dampaknya, karena jelas (invasi PKT ) akan menjadi peristiwa bencana. Namun, investasi TSMC di AS akan memberikan posisi strategis bagi AS dalam industri ini, sehingga jika sesuatu terjadi pada Taiwan, dampaknya tetap besar bagi kita.”

Menteri Pertahanan Taiwan, Kuo Li-hsiung, menegaskan bahwa Taiwan dan AS memiliki kepentingan inti yang sama dalam mempertahankan keamanan kawasan.

Kuo mengatakan, “Pernyataan Trump mencerminkan kepentingan utama AS di kawasan Indo-Pasifik. Kami memiliki kepentingan inti yang sama dengan AS, dan kami bersedia mengambil pendekatan pencegahan dengan menunjukkan kekuatan untuk mencegah perang. Selama kami memiliki pemahaman bersama dengan AS, kami dapat terus bekerja sama dan berkomunikasi secara efektif.”

Pada 10 Februari, untuk pertama kalinya dalam periode kedua kepresidenan Trump, kapal perang AS kembali berlayar melalui Selat Taiwan. Dalam dua minggu terakhir, latihan militer terbesar di Asia, “Cobra Gold,” yang dipimpin oleh AS dan Thailand, juga sempat mengumumkan bahwa Taiwan berpartisipasi dalam latihan tersebut. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

INSPIRASI ERABARU

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine