Bahtera Nuh, yang Dibangun Atas Perintah Tuhan, Mungkin Terletak Tepat di Tempat yang Selama Ini Kita Duga

EtIndonesia. Fosil Bahtera Nuh mungkin telah ditemukan di lokasi yang selama ini diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhirnya. Para ahli mengatakan bahwa gundukan berbentuk perahu di dekat Gunung Ararat di Turki kemungkinan besar adalah sisa-sisa kapal yang disebutkan dalam Alkitab. Beberapa orang telah lama menganggap bahwa gundukan itu, 35 kilometer di selatan Gunung Ararat, adalah sisa-sisa Bahtera. Sekarang, tim peneliti internasional hampir mengonfirmasi hal yang sama.

Formasi di Turki ini dikenal sebagai Formasi Durupinar dan panjangnya 164 m. Formasi ini terbuat dari limonit, bijih besi, dan diyakini telah tenggelam dalam air setelah banjir dahsyat sekitar 5.000 tahun yang lalu. Ini adalah banjir yang sama yang disebutkan dalam Alkitab, yang mengakhiri dunia, memusnahkan peradaban di mana-mana.

Tim telah melakukan analisis ekstensif terhadap situs tersebut sejak tahun 2021, mencoba untuk mengetahui apakah fosil tersebut milik Bahtera Nuh. Sekarang, hampir empat tahun kemudian, mereka tampaknya yakin bahwa Bahtera tersebut bukanlah mitos dan gundukan itu milik kapal tersebut.

Jejak yang ditemukan di gundukan tersebut berasal dari periode yang sama dengan banjir dalam Alkitab

Para peneliti mempelajari sampel tanah dan menemukan jejak tanah liat, endapan laut, dan sisa-sisa makanan laut yang berasal dari 3.500 hingga 5.000 tahun yang lalu. Temuan tersebut mendukung kisah bahwa daerah tersebut tenggelam karena banjir besar, yang telah dijelaskan dalam Perjanjian Lama.

Periode waktunya sama dengan periode Kalkolitik yang berlangsung dari tahun 5500 hingga 3000 SM, waktu terjadinya banjir dalam Alkitab.

Bentuk dan dimensinya sama seperti yang disebutkan dalam Alkitab

Lebih jauh, bentuk dan dimensi Formasi Durupinar sangat mirip dengan Bahtera Nuh, seperti yang disebutkan dalam Alkitab. Bahtera Nuh seperti yang dijelaskan dalam Perjanjian Lama: panjangnya 300 hasta, lebarnya 50 hasta, dan tingginya 30 hasta. Menurut Alkitab, Tuhan memerintahkan Nuh untuk membangun bahtera yang panjangnya 300 hasta, lebarnya 50 hasta, dan tingginya 30 hasta.

Bukti laut yang ditemukan oleh tim dari Universitas Teknik Istanbul, Universitas Agri Ibrahim Cecen, dan Universitas Andrews di Amerika Serikat tampaknya mengonfirmasi fakta bahwa Bahtera itu nyata.

Profesor Faruk Kaya, seorang peneliti utama, mengatakan kepada Daily Star: “Studi kami menunjukkan bahwa wilayah ini pernah tertutup oleh air, yang menunjukkan sebuah peristiwa yang sangat dahsyat.”

Apa itu Bahtera Nuh?

Bahtera Nuh adalah sebuah kapal yang dibangun oleh Nuh atas perintah Tuhan. Bahtera itu disebutkan dalam narasi banjir Kejadian di Alkitab. Sesuai kisah, sebelum banjir global melanda dan mengakhiri semua kehidupan di Bumi, Tuhan memerintahkan Nuh untuk membangun Bahtera untuk menyelamatkan dirinya, keluarganya, dan sepasang dari setiap spesies hewan.(yn)

Sumber: wionews

INSPIRASI ERABARU

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine