Pada 1 April, Partai Komunis Tiongkok (PKT) secara sepihak mengumumkan latihan militer gabungan di sekitar Taiwan. Militer Taiwan segera meningkatkan kewaspadaan, sementara Amerika Serikat mengecam intimidasi militer yang dilakukan oleh PKT
EtIndonesia. Pada Selasa (1 April), militer PKT menggelar latihan berskala besar di perairan sekitar Taiwan. Sebagai tanggapan, Taiwan segera mengambil langkah-langkah pertahanan dengan mengerahkan pesawat tempur, kapal perang, serta sistem rudal pertahanan pantai untuk memantau dan menghadapi situasi dengan ketat.
“Kementerian Pertahanan dan semua unit terkait segera membentuk pusat tanggap darurat gabungan,” ujar Mayor Jenderal Dong Jixing, Direktur Departemen Perencanaan Operasi Gabungan, Kementerian Pertahanan Taiwan.
Pada 1 April, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengecam ancaman dan tekanan militer yang dilakukan PKT terhadap Taiwan, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak memiliki justifikasi yang sah. AS juga menyatakan bahwa mereka terus memantau secara ketat pergerakan militer PKT.
“Presiden menegaskan pentingnya menjaga perdamaian di Selat Taiwan dan mendorong penyelesaian isu lintas selat secara damai. Kami menentang segala upaya untuk secara sepihak mengubah status quo dengan kekuatan atau paksaan,” ujar Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Hingga Selasa sore waktu setempat, Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi 71 pesawat tempur, 21 kapal perang, dan 4 kapal penjaga pantai milik PKT yang melakukan latihan di sekitar Selat Taiwan dan Pasifik Barat. Kapal induk Shandong terpantau berada sekitar 220 mil laut tenggara Taiwan. Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Taiwan segera melakukan latihan kesiapan tempur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan dari militer PKT.
“Tindakan seperti ini dari PKT jelas menunjukkan bahwa mereka adalah pengganggu utama dalam perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata Menteri Pertahanan Taiwan, Koo Li-hsiung.
Sementara itu, menjelang latihan militer PKT, Penjaga Pantai Taiwan menemukan seorang pria asal Tiongkok yang mencoba menyusup ke wilayah Taiwan melalui perairan Kinmen. Pria tersebut telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut, meskipun belum jelas apakah insiden ini terkait dengan latihan militer PKT. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


