Tak Puas dengan Pemerintah yang Dinilai Lemah, Warga Haiti Bersenjata Turun ke Jalan dan Bentrok dengan Polisi

EtIndonesia. Setelah serangkaian serangan brutal oleh kelompok bersenjata terhadap beberapa wilayah di ibu kota Haiti, ribuan warga pada Rabu (2/4) turun ke jalan-jalan di Port-au-Prince. Mereka menyuarakan kemarahan atas kegagalan pemerintah dalam menghadapi kelompok bersenjata yang kini menguasai hampir seluruh wilayah ibu kota dan sekitarnya. Aksi protes ini memanas hingga terjadi bentrokan dengan pihak kepolisian, di mana sedikitnya belasan demonstran yang bersenjata lengkap melepaskan tembakan ke arah aparat.

Menurut laporan Central News Agency (CNA), ini merupakan aksi protes besar pertama terhadap pemerintahan Perdana Menteri Alix Didier Fils-Aimé, yang baru menjabat sejak November tahun lalu. Jurnalis dari Associated Press yang berada di lokasi menyatakan bahwa tidak terlihat adanya korban luka atau meninggal dunia dalam insiden tersebut.

2 April 2025, Port-au-Prince, Haiti – Seorang petugas kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan demonstran yang sedang menuju Villa d’Accueil, menuntut peningkatan keamanan.

Kelompok bersenjata yang tergabung dalam aliansi geng “Viv Ansanm” terus melakukan aksi kekerasan besar-besaran yang telah memaksa lebih dari 1 juta orang mengungsi dari rumah mereka. Situasi ini memperburuk kondisi ekonomi yang membeku, menyebarnya kelaparan massal, dan meningkatnya kasus pemerasan, kekerasan seksual, serta pembunuhan yang dilakukan oleh geng-geng tersebut.

Pemerintahan transisi yang dipimpin oleh Dewan Kepresidenan Sementara, yang dibentuk secara bergiliran sejak hampir satu tahun lalu, bersama dengan Misi Dukungan Keamanan PBB yang kekurangan personel dan dana, dinilai hampir tidak berbuat apa-apa dalam menghentikan ekspansi kekuasaan geng.

Seorang demonstran yang diwawancarai oleh Reuters menyatakan dengan lantang, : “Kamu lihat sendiri, hari ini rakyat Haiti berjuang demi kebebasan. Kami adalah orang-orang bebas. Mereka tidak bisa membuatku takut!”

2 April 2025, Port-au-Prince, Haiti – Demonstran berkumpul di sekitar puing-puing yang dibakar di jalanan, dalam perjalanan menuju Villa d’Accueil untuk menuntut peningkatan keamanan dari pemerintah.

Warga memenuhi jalanan Port-au-Prince sambil mengangkat spanduk dan daun palem sebagai simbol protes. Namun, beberapa dari mereka juga terlihat membawa parang besar dan senjata api. Aksi yang awalnya berlangsung damai, berubah tegang ketika suara tembakan terdengar di tengah kerumunan, memicu kepanikan massal dan warga berlarian menyelamatkan diri.

Seorang penyelenggara aksi yang mewawancarai media dengan wajah tertutup demi alasan keamanan mengatakan : “Tujuan kami hari ini adalah menduduki kantor Perdana Menteri dan membakar Dewan Kepresidenan Sementara Haiti.”

Saat ini, geng-geng kriminal telah menguasai sekitar 85% wilayah Port-au-Prince, dan semakin berani menjarah wilayah-wilayah yang sebelumnya dikenal aman dan tenang. Kondisi ini telah menyulut kemarahan besar di kalangan masyarakat.Menurut laporan dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), gelombang kekerasan geng yang meletus dalam satu bulan terakhir telah memaksa lebih dari 60.000 orang mengungsi dari rumah mereka dalam waktu singkat. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine