EtIndonesia. Pada Rabu (2 April), Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengunjungi rumah sakit “Dnipro” untuk memberikan penghargaan kepada tentara yang terluka dan menyampaikan dukungan kepada keluarga mereka.
Di hari yang sama, serangan rudal Rusia menghantam kampung halaman Zelenskyy di Kryvyi Rih, menewaskan sedikitnya empat orang. Zelenskyy mengecam kekejaman Rusia dan mendesak Amerika Serikat serta sekutunya untuk segera bertindak guna mengakhiri perang secepat mungkin. “Terima kasih,” kata Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.
Pada Rabu, Presiden Zelenskyy mengunjungi rumah sakit di Dnipro untuk menemui tentara yang terluka dan memberikan penghargaan kepada mereka.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy: “Apakah ini putramu? Apakah dia sudah menjengukmu?”
Tentara yang terluka: “Istri saya akan segera datang menjenguk.”
Di hari yang sama, rudal Rusia menyerang kota Kryvyi Rih di Ukraina tengah—kampung halaman Zelenskyy—menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 14 lainnya. Zelenskyy mengunggah beberapa foto dari lokasi kejadian di media sosial dan mengecam serangan Rusia, sekaligus menyerukan tekanan lebih besar dari AS dan sekutunya terhadap Moskow agar segera mencapai perdamaian.
Serangan itu terjadi sehari sebelum pertemuan para menteri luar negeri NATO. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengungkapkan bahwa dalam tiga bulan pertama tahun ini, negara-negara anggota NATO telah berjanji memberikan lebih dari 20 miliar euro (sekitar 21,6 miliar dolar AS) sebagai bantuan keamanan untuk Ukraina. Diperkirakan isu Ukraina akan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut.
“Kita berkumpul di momen krusial bagi keamanan bersama. Tantangan yang kita hadapi sangat besar dan tidak bisa ditangani sendiri oleh satu negara pun,” kata Rutte.
Sementara itu, Rusia merilis sebuah video yang menuduh Ukraina meluncurkan serangan drone ke kota Taganrog di Rusia selatan pada Selasa (1 April) malam. Serangan itu menyebabkan kerusakan pada dua gedung bertingkat, dan sebanyak 85 warga dievakuasi.
Meskipun kedua belah pihak telah menyetujui gencatan senjata sementara terkait infrastruktur energi yang dimediasi oleh AS, pertempuran masih terus berlanjut. Kedua pihak saling menuduh telah melanggar perjanjian tersebut. (Hui)
Laporan oleh Yi Jing – New Tang Dynasty Television


