Half-Marathon Robot Pertama di Dunia Membuktikan Robot Humanoid Masih Banyak Kelemahan

EtIndonesia. Beijing baru-baru ini menggelar apa yang disebut sebagai “half marathon robot humanoid pertama di dunia,” tetapi alih-alih mempermalukan manusia, robot yang berpartisipasi justru memamerkan kelemahan mereka.

Perusahaan robotika, khususnya perusahaan asal Tiongkok, sibuk memamerkan kreasi revolusioner mereka, seperti SE01, robot yang mampu meniru gaya berjalan alami, Star1 – robot tercepat di dunia, atau NEO Gamma, pelayan humanoid bertenaga AI, tetapi acara lari baru-baru ini yang diadakan di Beijing membuktikan bahwa mereka masih banyak kelemahan.

Half Marathon Yizhuang Beijing 2025 dan Half Marathon Robot Humanoid menampilkan jalur lari khusus untuk 21 robot berbeda yang terdaftar untuk ambil bagian dalam apa yang dipasarkan sebagai half-marathon robot humanoid pertama di dunia. Acara ini seharusnya memamerkan kemajuan besar yang telah dibuat oleh perusahaan robotika Tiongkok, tetapi berdasarkan beberapa laporan media, acara tersebut gagal total.

Pada tanggal 20 April, sekitar pukul 07:30, 21 robot dari Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Suzhou berangkat untuk menyelesaikan half-marathon resmi pertama mereka, tetapi impian para pawang manusia yang mendampingi mereka dengan cepat sirna. Sebagian besar media Tiongkok hanya berfokus pada hal-hal positif, melaporkan bahwa robot-robot tersebut ikut serta dalam acara tersebut, tetapi NDTV merinci bagaimana kinerja mereka sebenarnya.

Ternyata beberapa robot humanoid berperilaku aneh sejak awal, berputar di tempat alih-alih mengikuti lintasan half-marathon, sementara yang lain mulai jatuh setelah menempuh jarak sekitar 80 meter atau lebih. Sebuah kolase foto viral selama perlombaan menunjukkan robot-robot tersandung dan benar-benar kehilangan akal, saat para pawang manusia mereka berebut untuk mengangkat mereka.

Beberapa robot mulai menunjukkan tanda-tanda demensia, baik membeku di tempat atau mengubah arah dan menuju sisi lintasan, meskipun pawang mereka berusaha keras untuk menghentikan mereka. Bahkan mereka yang tetap bertahan di lintasan pun diejek karena kecepatan mereka yang lambat, yang membuat pengawal manusia berjalan perlahan di belakang robot saat banyak pelari manusia melewati mereka. Bahkan robot yang melewati garis finis pun perlu berhenti beberapa kali untuk mengganti baterainya, yang menunjukkan bahwa daya tahan baterainya tidak fantastis.

“Ini hanya jalan maraton, apakah bisa dianggap lari?” tanya seseorang di Weibo. (yn)

Sumber: odditycentral

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine