Latihan Militer Gabungan AS-Filipina Memasuki Minggu kedua, Latihan Anti-Pendaratan dengan Tembakan Langsung

EtIndonesia. Pada Sabtu (3 Mei), latihan militer gabungan tahunan antara Amerika Serikat dan Filipina memasuki pekan kedua. Lebih dari 14.000 tentara dari kedua negara menggelar latihan tembak langsung anti-pendaratan di Provinsi Cagayan, Filipina utara.

Latihan anti-pendaratan ini mensimulasikan skenario pertahanan terhadap serangan di pesisir utara Filipina.

Letnan Kolonel Timothy Laub, Komandan Unit Tempur Pesisir Ketiga AS, menyatakan bahwa latihan gabungan ini menunjukkan kemampuan serangan terpadu. Para prajurit menggunakan berbagai jenis senjata, mulai dari senjata individu, ranjau Claymore, peluncur granat M320, hingga howitzer 155 mm dan berbagai jenis pesawat tempur.

Letkol Timothy Laub mengatakan, “Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk bekerja sama dan terus meningkatkan kemampuan tim.”

Brigadir Jenderal Michael Logico, Asisten Direktur Latihan dari pihak Filipina, mengatakan, “Kami sedang melakukan latihan pertahanan darat. Latihan yang baru saja kami lakukan tidak perlu ditafsirkan dengan cara lain.”

Latihan gabungan “Shoulder-to-Shoulder” tahun ini dimulai pada  Minggu (27 April) lalu. Tentara AS dan Filipina menggelar latihan tembak langsung pertahanan udara dan rudal di utara Manila.

Militer AS mengkonfirmasi bahwa peluncur rudal anti-kapal NMESIS untuk pertama kalinya telah ditempatkan di Pulau Batan, Filipina. Kemampuan anti-kapal laut sangat penting dalam konflik di kawasan Pasifik, mengingat Tiongkok (PKT)  merupakan ancaman utama di wilayah tersebut.

Menurut laporan lain, sejak Filipina menerapkan strategi transparansi di Laut Tiongkok Selatan pada 2023, negara itu menjadi sasaran balasan dari PKT. Padai Jumat, juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Tarriela, mengatakan bahwa PKT telah melancarkan perang opini melalui serangan siber terhadap posisi Filipina di Laut Tiongkok Selatan.

Latihan militer gabungan AS-Filipina ini dijadwalkan berlangsung hingga 9 Mei. Beberapa tentara dari Australia dan Jepang juga akan berpartisipasi. (Hui)

Laporan oleh Li Qingyi dan Liu Fei, New Tang Dynasty Television

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine