Tulisan ini tidak bermaksud kepada Anda Melakukan tindakan mengakhiri hidup, Jika anda memiliki kecenderungan serupa segera kunjungi psikiater atau klinik kesehatan mental
Pada 3 Mei 2025, seorang pria di Chongqing, Tiongkok melakukan aksi brutal di jalanan dengan membakar, menyerang orang menggunakan pisau, terlibat perkelahian dengan warga selama beberapa waktu, dan akhirnya secara kejam bunuh diri dengan menyayat lehernya sendiri. Otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) berusaha keras mengecilkan insiden ini dalam laporan resminya.
EtIndonesia. Sejumlah besar video yang beredar di internet menunjukkan bahwa di kawasan ramai Chaotianmen, Distrik Yuzhong, Chongqing, seorang pria paruh baya membakar sebuah sepeda motor dan beberapa barang di pinggir jalan, lalu melukai orang dengan pisau belati. Dalam kepulan asap tebal, beberapa pria dan petugas keamanan menggunakan berbagai alat untuk melawan pelaku dalam perkelahian jalanan yang kacau.
Dalam keributan itu, pelaku berhasil merebut tongkat besi dari seorang pria berbaju hitam. Saat pria itu tersandung dan jatuh ketika mencoba melarikan diri, pelaku dengan brutal menikamnya beberapa kali menggunakan pisau.
Video lain menunjukkan seorang pria berbaju hitam memegang lengannya yang terluka sambil lari meninggalkan lokasi.
Ada juga seorang pria berbaju biru yang duduk di pinggir jalan, dengan pakaian di bagian kiri dada dan perutnya berlumuran darah.
Video paling mengerikan merekam momen saat pelaku akhirnya bundir. Ia duduk di pinggir jalan dan berkali-kali menikam tenggorokannya dengan pisau pendek, bahkan mencoba memotong arteri lehernya. Akhirnya, ia memegang pisau dengan kedua tangan dan menikam tenggorokannya dalam-dalam. Keadaannya terlihat sangat kritis.
Hingga saat ini, motif kejadian dan jumlah korban masih belum diketahui secara pasti.
Pada hari yang sama, Kepolisian Distrik Yuzhong, Chongqing, mengeluarkan pernyataan resmi yang mencoba mengecilkan insiden tersebut.
Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 12:20 siang, dan pelaku yang bernama Li (53 tahun) membakar sepeda motor di luar sebuah toko di Jalan Shaanxi dengan maksud “membuat keributan”. Pernyataan itu hanya menyebutkan “dua warga terluka” dan bahwa pelaku “sudah dikendalikan”, serta tidak menyebutkan insiden bundir.
Dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan kemerosotan ekonomi di Tiongkok daratan, kemarahan publik meningkat, dan berbagai insiden bunuh diri, pembunuhan brutal, serta serangan acak menjadi semakin sering terjadi. Pihak berwenang PKT terus berusaha menyensor dan menutupi informasi terkait peristiwa-peristiwa semacam ini. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


