EtIndonesia. Pada sore hari tanggal 7 Mei, Kota Golmud di Provinsi Qinghai tiba-tiba dilanda badai pasir hebat. Seluruh kota diselimuti langit jingga kekuningan. Beberapa orang menggambarkan pemandangannya seperti efek spesial film — terasa seperti kiamat sedang berlangsung.
Berbagai video yang beredar di internet menunjukkan langit dipenuhi debu jingga dan kekuningan, udara gelap dan kelam, debu beterbangan ke mana-mana. Gedung-gedung tinggi tertutup debu dan hanya tampak samar.
Seorang netizen mengatakan, “Kami bahkan tidak berani buka mulut bicara — begitu bicara, yang masuk adalah tanah, yang keluar jadi lumpur.”
Seorang pemandu wisata lokal bernama Heimu mengatakan kepada media Jimu News bahwa pada tanggal 7 angin sangat kencang. Awalnya, badai pasir masih terlihat di kejauhan, tapi hanya dalam beberapa detik, pasir beterbangan memenuhi udara, debu menyelimuti segalanya, dan pandangan menjadi gelap total. Tembok pasir datang seperti ombak besar. Banyak orang membagikan video kejadian itu — seluruh media sosial dipenuhi warna kuning.
Seorang netizen bernama samaran Li Sa, yang saat itu sedang mengemudi di jalan, mengatakan saat badai tiba, seluruh jalan tak terlihat, tiba-tiba menjadi gelap, lalu berubah menjadi kuning. Dalam video terlihat pasir berterbangan seperti salju, jarak pandang sangat buruk, dan sopir harus menyalakan wiper untuk menyapu pasir.
Warga Golmud, Yue, mengatakan kepada Beijing News: “Saat saya keluar rumah, cuacanya masih baik. Saya hanya keluar sebentar untuk beli sayur, tidak sampai setengah jam, dan cuacanya langsung berubah seperti itu. Sesak sekali, yang turun bukan hujan, tapi lumpur. Jarak pandang hanya beberapa meter. Badai datang begitu cepat, tidak sempat ambil tindakan.”
Menurut Biro Meteorologi Provinsi Qinghai, pada pukul 15:50 tanggal 7 Mei, Golmud mengalami serangan badai pasir. Pada pukul 16:00, jarak pandang minimum di pusat kota hanya 248 meter. Kecepatan angin maksimum yang tercatat di stasiun observasi mencapai 28 meter/detik. Di daerah padang pasir Gobi, kekuatan angin seketika mencapai level 10. Beberapa ruas jalan di Jalan Raya Nasional 215 diberlakukan pembatasan lalu lintas sementara.
Media lokal melaporkan bahwa badai pasir setinggi ratusan meter menyapu Cekungan Qaidam yang kering, bahkan pegunungan Kunlun pun tertutup oleh tirai pasir.(hui/yn)


