Raksasa Elektronik Jepang Panasonic Holdings Akan PHK 10.000 Karyawan di Seluruh Dunia

EtIndonesia.Pada 9 Mei, perusahaan raksasa elektronik Jepang, Panasonic Holdings, mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10.000 karyawan secara global, dengan jumlah yang dibagi rata antara Jepang dan luar negeri, masing-masing sekitar 5.000 orang.

Dalam siaran pers resminya, Panasonic Holdings menyatakan bahwa mereka akan memfokuskan diri pada reformasi manajemen selama tahun fiskal Jepang 2025 (April 2025 hingga Maret 2026), untuk mengatasi permasalahan struktural dan fundamental dalam grup. Masing-masing anak perusahaan akan melakukan optimalisasi besar-besaran terhadap departemen operasional dan akan merancang ulang struktur organisasi serta jumlah personel yang diperlukan.

Pada hari yang sama, Panasonic juga merilis laporan keuangan untuk tahun fiskal 2024, yang menunjukkan bahwa pendapatan operasional mencapai 8,46 triliun yen, sedikit menurun 0,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, laba bersih turun tajam sebesar 17,5%, menjadi 366,2 miliar yen.

Panasonic berharap melalui reformasi struktural ini dapat meningkatkan laba pada tahun fiskal 2026. Perusahaan juga memperkirakan akan mencatat biaya restrukturisasi sebesar 130 miliar yen (sekitar 896 juta dolar AS) pada tahun fiskal ini, untuk mendukung reformasi dan meningkatkan profitabilitas grup.

Menurut laporan Nikkei Chinese Edition pada 9 Mei, PHK terhadap 10.000 orang akan dilakukan secara bertahap hingga Maret 2029, dengan mengandalkan skema pensiun dini sukarela. Grup ingin menyederhanakan organisasi, terutama karena adanya pengulangan fungsi di departemen tidak langsung seperti SDM dan keuangan, yang selama ini sering dikritik investor.

Berdasarkan data di situs resmi Panasonic, saat ini perusahaan memiliki sekitar 228.000 karyawan di seluruh dunia. Artinya, PHK ini mencakup sekitar 4,4% dari total tenaga kerja global.

Dalam hal restrukturisasi bisnis, Panasonic akan mengklasifikasikan unit-unit usaha yang memiliki profitabilitas rendah atau pertumbuhan yang tidak jelas sebagai “bisnis bermasalah”. Beberapa yang telah masuk kategori ini meliputi: televisi, peralatan dapur, motor industri, dan komponen otomotif. Jika restrukturisasi terbukti sulit, Panasonic berencana memutuskan untuk menarik diri atau menjual bisnis-bisnis ini dalam tahun fiskal 2025 dan melaksanakannya sebelum akhir Maret 2027 (tahun fiskal 2026). (hui/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine