EtIndonesia. Konflik antara India dan Pakistan kembali memanas. Pada hari Jumat (9/5), militer India menyatakan bahwa Pakistan telah meluncurkan lebih dari 300 drone tempur dalam satu malam, menyerang lebih dari 30 target di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LoC). India segera melakukan serangan balasan. Menyusul insiden ini, Gedung Putih merespons situasi terbaru antara kedua negara.
Menurut militer India, antara Kamis malam (8/5) hingga Jumat dini hari, Pakistan melakukan invasi besar-besaran ke wilayah udara India dengan meluncurkan sekitar 300 hingga 400 drone serang ke arah perbatasan India.
Letkol Singh dari Angkatan Udara India menyatakan: “Militer Pakistan juga menggunakan senjata berat di sepanjang Garis Kontrol Aktual. Dari Leh hingga Sir Creek, sebanyak 36 lokasi diserang oleh drone.”
Dalam konferensi pers, Letkol Singh menambahkan bahwa sebagian besar drone Pakistan telah berhasil dijatuhkan oleh sistem pertahanan udara India. Dia menduga serangan ini bertujuan untuk menguji sistem pertahanan India dan mengumpulkan intelijen.
Sekretaris Luar Negeri India, mengatakan: “Tindakan provokatif dan eskalatif yang diambil Pakistan semalam tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga kota dan infrastruktur sipil. Militer India memberikan respons yang proporsional, tepat, dan bertanggung jawab.”
Polisi setempat melaporkan bahwa baku tembak antara kedua pihak terus berlangsung hingga Jumat pagi, dan sirene peringatan udara terdengar di berbagai tempat.
Seorang warga lokal yang tidak disebutkan namanya mengatakan: “Kami tidak takut. Tentara bersama kami dan sedang berjuang dengan gagah berani untuk membalas mereka. Pakistan tidak seharusnya menyerang warga sipil.”
Warga lain bernama Mohammad mengatakan:“Malam itu, ketika drone datang, sistem pertahanan udara kita sangat hebat, semua drone berhasil dihancurkan di udara.”
Akibat serangan dari Pakistan ini, setidaknya 5 warga sipil India tewas. Pemerintah India telah mengevakuasi puluhan ribu warga dari wilayah perbatasan.
Pada hari yang sama, juru bicara Gedung Putih, Levitt, dalam konferensi pers menyatakan bahwa Presiden Trump berharap konflik antara India dan Pakistan segera mereda.
Levitt mengatakan: “Perseteruan kedua negara ini telah berlangsung selama puluhan tahun bahkan sebelum Presiden Trump menjabat. Namun, dia menjaga hubungan baik dengan pemimpin kedua negara. Saya baru saja berbicara dengan Menlu Rubio kemarin. Ia terus berkomunikasi erat dengan para pemimpin kedua negara untuk menghentikan konflik ini.”
Sementara itu, Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan ikut campur dalam konflik India-Pakistan, namun mendesak kedua negara yang memiliki senjata nuklir ini untuk segera menurunkan eskalasi.
Wakil Presiden Vance mengatakan: “Kami akan terus menangani ini melalui jalur diplomatik. Harapan kami adalah konflik ini tidak berkembang menjadi perang regional, apalagi menjadi konflik nuklir.”
Seiring meningkatnya konflik dengan Pakistan, pemerintah India mengumumkan penghentian sementara seluruh penerbangan sipil di 24 bandara di wilayah utara sejak Kamis malam. Pembatasan ini diperkirakan akan dicabut pada pagi hari tanggal 10 Mei.(hui/yn)


