Ketegangan terus terjadi di dalam militer Partai Komunis Tiongkok (PKT). Dari 79 jenderal senior yang dipromosikan sejak Xi Jinping berkuasa, lebih dari 20% di antaranya sudah terjerat masalah. Para ahli menilai bahwa kekuasaan militer Xi Jinping semakin terpinggirkan, dan gelombang pembersihan besar-besaran di militer bisa saja meningkat.
EtIndonesia. Militer PKT tampaknya sedang memasuki tahap “pembersihan besar” yang ketat. Berdasarkan pengecekan, dari 79 jenderal yang dipromosikan oleh Xi sejak menjabat, setidaknya 10 orang sudah secara terbuka dicopot atau diberhentikan, sementara 12 orang lainnya tersangkut rumor kasus, sehingga totalnya sudah lebih dari 20% pejabat tinggi militer yang “terkikis”.
Pada 12 Mei, pengamat politik Li Yanming menulis dalam artikel di Epoch Times bahwa kasus yang melibatkan Miao Hua, kepala Departemen Kerja Politik Komisi Militer Pusat (CMC) sekaligus orang kepercayaan Xi, dan He Weidong, pejabat nomor tiga di militer, akan diungkap dalam Sidang Pleno Keempat PKT. Ini menandakan bahwa pembersihan besar di militer bisa meningkat.
“Begitu banyak jenderal yang dipromosikan Xi kini dicopot atau diselidiki, ini jelas akan merusak kredibilitas kepemimpinannya. Kelompok ini awalnya muncul pada era Jiang Zemin, ketika militer didorong untuk terlibat dalam bisnis. Mereka sekarang sudah menjadi komunitas kepentingan bersama, dan apapun faksinya, pada dasarnya mereka adalah kelompok korup,” kata pakar militer Taiwan, Li Zhengxiu.
Wang Youqun, mantan pejabat Komisi Disiplin PKT, pernah mengungkap bahwa setelah Sidang Pleno Ketiga, Wakil Ketua CMC Zhang Youxia dengan dukungan para sesepuh mulai menguasai kekuasaan militer dan melancarkan pembersihan terhadap kekuatan militer yang setia kepada Xi.
“Secara logika, ini masuk akal. Sebagian besar yang tersandung kasus adalah orang yang dipromosikan langsung oleh Xi, jadi tidak masuk akal jika Xi sendiri menjatuhkan mereka dengan cara seperti ini,” kata Direktur Institut Strategi dan Sumber Daya dari Institut Penelitian Pertahanan Nasional Taiwan, Su Ziyun.
“Ada komentar yang menyebut mereka disingkirkan karena tidak mendukung rencana Xi menyerang Taiwan, tapi itu tidak masuk akal secara logika. Ini lebih merupakan konflik internal personal militer, dan saat ini Zhang Youxia tampaknya sedang memegang kendali,” ujarnya. (hui)
Laporan oleh wartawan NTDTV: Li Yun dan Qiu Yue


