Polisi Inggris menangkap seorang tersangka pria yang diyakini sebagai pengemudi di lokasi kejadian
Etindonesia. Sebanyak 47 orang termasuk empat anak-anak mengalami luka-luka setelah sebuah mobil menabrak kerumunan orang-orang dalam pesta juara gelar Liga Premier Inggris, Liverpool pada Senin (19/5/2025) waktu setempat, menurut laporan kepolisian Inggris.
Kepolisian Merseyside mengatakan mereka menerima laporan setelah pukul 18.00 sore waktu setempat bahwa “sebuah mobil menabrak sejumlah pejalan kaki” di Water Street, pusat kota Liverpool, Inggris.
Polisi akhirnya menangkap seorang pria setelah mobil tersebut berhenti di tempat kejadian. Wakil Kepala Kepolisian Merseyside, Jenny Sims, mengatakan tersangka adalah pria kulit putih berusia 53 tahun yang berasal dari daerah Liverpool.
“Penyelidikan secara menyeluruh sedang dilakukan untuk mengetahui keadaan yang menyebabkan tabrakan ini, dan sangat penting agar masyarakat tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang keliru di media sosial,” ujar Sims dalam konferensi pers.
Dave Kitchin dari Layanan Ambulans North West mengatakan bahwa 27 orang dilarikan ke rumah sakit dengan luka-luka, sementara 20 lainnya dirawat di tempat kejadian. Di antara mereka terdapat empat anak-anak, salah satunya mengalami luka serius.
Seorang paramedis yang menggunakan sepeda tertabrak kendaraan tersebut namun tidak mengalami luka. Kitchin mengatakan beberapa korban datang sendiri ke rumah sakit setempat setelah insiden yang disebutnya sebagai “kejadian besar.”
Nick Searle, kepala petugas pemadam kebakaran di Layanan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Merseyside, mengatakan empat orang terjebak di bawah kendaraan dan berhasil diselamatkan.
“Tim kami dengan cepat mengangkat kendaraan tersebut, mengeluarkan orang-orang dari bawahnya, dan menyerahkan mereka kepada rekan-rekan kami dari tim ambulans,” kata Searle kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa tim pemadam akan tetap berjaga di lokasi dalam beberapa hari ke depan.
Rekaman yang dibagikan di media sosial menunjukkan sebuah minivan abu-abu dikelilingi oleh orang-orang dan polisi di jalur parade, sebelum kemudian menabrak kerumunan, mendorong orang-orang di sepanjang jalan hingga akhirnya berhenti dan dikepung oleh para fans liverpool.
Harry Rashid, yang mengikuti parade bersama istri dan dua anaknya, mengatakan kepada Associated Press bahwa mobil tersebut melaju “sangat kencang.”
“Awalnya, kami hanya mendengar suara pop, pop, pop saat orang-orang terpental dari kap mobil,” kata Rashid. Setelah mobil berhenti, kerumunan langsung mendekatinya dan mulai memecahkan jendela, lanjutnya.
“Tapi kemudian dia menekan pedal gas lagi dan langsung menabrak kerumunan lainnya, dia terus melaju,” ujarnya. “Itu mengerikan. Dan kamu bisa mendengar suara benturan saat dia melindas orang-orang.”
Saksi lain, Peter Jones, mengatakan kepada media bahwa kendaraan itu melewatinya sementara orang-orang berusaha mengejarnya untuk menghentikannya.
“Dia kemudian menabrak orang-orang, polisi dan tenaga medis berlari melewati kami, dan orang-orang dirawat di pinggir jalan,” kata Jones.
Polisi masih menyelidiki keadaan yang menyebabkan tabrakan tersebut. Sims meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan “rekaman yang mengganggu” dari insiden tersebut.
“Yang bisa saya sampaikan adalah kami meyakini ini merupakan insiden yang terisolasi dan kami saat ini tidak mencari pelaku lain yang terkait dengan kejadian ini,” kata Sims. “Insiden ini untuk saat ini tidak diperlakukan sebagai aksi terorisme.”
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan melalui media sosial bahwa dirinya terus menerima pembaruan mengenai insiden yang terjadi.
“Adegan yang terjadi di Liverpool sungguh mengerikan — doa dan pikiran saya bersama semua yang terluka atau terdampak,” ujar Starmer.
Para penggemar Liverpool menggelar parade yang merayakan keberhasilan tim mereka memenangkan Liga Premier musim ini untuk ke-20 kalinya — menjadi rekor juara terbanyak di liga Inggris.
Dalam pernyataannya, pemimpin dewan kota Liverpool, Liam Robinson, mengatakan bahwa insiden tersebut “telah mencoreng hari yang seharusnya menjadi momen penuh kegembiraan bagi kota ini.”
“Sekali lagi, hati kami tertuju kepada semua yang terdampak,” kata Robinson. “Liverpool adalah kota yang memiliki sejarah kuat dalam hal kebersamaan dan saling mendukung di masa-masa sulit. Saya yakin hal itu akan kembali terlihat dalam beberapa hari dan minggu mendatang.”
Tim Liverpool dalam pernyataannya menyatakan bahwa mereka sedang berkomunikasi langsung dengan Kepolisian Merseyside terkait insiden ini, dan menambahkan: “Pikiran dan doa kami bersama semua pihak yang terdampak oleh insiden serius ini.”
Associated Press berkontribusi dalam laporan ini.
Sumber : Theepochtimes.com


