Setelah Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis Tiongkok (PKT), konflik internal dan perpecahan di tingkat elit telah menjadi terang-terangan. Serangkaian pejabat tinggi seperti Qin Gang, Li Shangfu, dan He Weidong dilaporkan “menghilang” atau terdepak. Sejak tahun lalu, kabar tentang runtuhnya kekuasaan Xi Jinping merebak luas, dengan loyalisnya di militer satu per satu disingkirkan
EtIndonesia. Sejak Juli 2023, banyak jenderal senior militer Tiongkok telah diselidiki. Pada tahun 2024, pengawas militer Xi Jinping, yaitu Zhong Shaojun (saat itu menjabat sebagai Direktur Kantor Komisi Militer Pusat dan Kantor Ketua CMC), serta Chen Guoqiang, Wakil Sekretaris Disiplin Khusus CMC, telah dipindahkan dari posisinya.
Sejak tahun lalu, loyalis militer Xi seperti Miao Hua, Direktur Departemen Politik Komisi Militer Pusat, diselidiki. Setelah Kongres Dua Sesi tahun ini, loyalis lainnya, Wakil Ketua CMC He Weidong, juga dikabarkan sedang diselidiki, dan baru-baru ini beredar kabar bahwa ia telah meninggal dunia. He Hongjun, Wakil Direktur Eksekutif Departemen Kerja Politik CMC, dilaporkan bunuh diri saat dalam tahanan.
Di sisi lain, sejumlah pejabat tinggi yang diangkat langsung oleh Xi Jinping seperti Komandan Pasukan Polisi Bersenjata Wang Chunning, Komandan Pasukan Roket Wang Houbin, Komisaris Politik Angkatan Laut Yuan Huazhi, dan mantan Komisaris Politik Angkatan Darat Qin Shutong, semuanya dikabarkan sedang diselidiki. Otoritas belum memberikan klarifikasi atau bantahan resmi atas rumor-rumor ini.
Pada April lalu, Yuan Hongbing, seorang ahli hukum liberal yang tinggal di pengasingan, mengatakan kepada media New Tang Dynasty bahwa informan dari dalam sistem PKT menyebut Miao Hua dan tiga sekretarisnya telah menyebut lebih dari 1.300 perwira militer dalam penyelidikan mereka, memicu ketakutan besar di kalangan militer.
Pada 27 Mei, pengamat independen Cai Shenkun dalam program medianya menyatakan bahwa setelah Sidang Pleno Ketiga tahun lalu, Xi Jinping menunjukkan tanda-tanda kehilangan kekuasaan, dan kondisi kesehatannya memburuk. Saat itu juga terjadi perubahan besar dalam struktur kekuasaan partai dan militer, yang menunjukkan adanya pertempuran internal yang sangat sengit.
Baru-baru ini, sumber terpercaya mengungkapkan bahwa Xi Jinping telah kehilangan kekuasaan pada April 2024. Meskipun sempat mencoba melakukan serangan balik, termasuk dengan menggunakan senjata, upaya tersebut berakhir dengan kegagalan.
Komentator politik Zhong Yuan dalam artikelnya di Epoch Times menyatakan bahwa rumor politik di Beijing semakin panas, dan apakah Xi akan mundur sepenuhnya atau hanya sebagian telah menjadi topik publik. Laporan mengenai loyalis Xi di militer yang disingkirkan atau dipaksa bunuh diri terus bermunculan, menggambarkan hasil dari kegagalan upaya balasan Xi. Dalam sejarah PKT, konflik internal selalu bersifat “hidup atau mati”.
Penulis menyebut bahwa Komandan Polisi Bersenjata Wang Chunning dan Komisaris Politik Zhang Hongbing—keduanya orang kepercayaan Xi—dilaporkan telah ditangkap. Alasan penangkapan bukan hanya karena korupsi atau kesetiaan terhadap Xi, tetapi karena mereka diam-diam menggerakkan pasukan untuk mencoba menjatuhkan musuh politik Xi—namun gagal dan akhirnya dikendalikan pihak lain.
Analisis menunjukkan bahwa setelah Xi kehilangan kendali atas militer, Zhang Youxia dan kelompoknya mengambil alih kendali de facto atas Komisi Militer Pusat, dan seluruh pergerakan pasukan harus melalui mereka. Jika Wang dan Zhang menggerakkan pasukan tanpa izin CMC, maka hal itu dianggap kudeta militer atau pemberontakan bersenjata, yang akan langsung ditumpas—bahkan bisa terjadi baku tembak dalam prosesnya.
Jika Xi benar mencoba menggunakan polisi bersenjata untuk balas menyerang namun gagal, dan jika para loyalisnya masih belum menyerah, maka tokoh seperti He Weidong mungkin nekat mencoba serangan terakhir, namun hasilnya tampak lebih tragis dan menyeluruh. Setelah Kongres Dua Sesi PKT, He Weidong pun hilang dari pandangan publik.
Baru-baru ini juga muncul laporan bahwa Miao Hua dan He Weidong membentuk “kelompok politik”, dan kasus ini telah diumumkan ke seluruh jajaran militer.
Cai Shenkun juga menyebut bahwa pada paruh kedua tahun lalu, kampanye anti-korupsi dalam militer menyasar para loyalis Xi dari Divisi ke-31, dan bahwa Xi sempat ingin menggunakan Miao Hua dan He Weidong untuk menggulingkan Zhang Youxia, namun justru diserang balik oleh Zhang dan para veteran senior partai.
Cai meyakini bahwa Zhang Youxia dan para veteran militer telah membahas berbagai kebijakan Xi dan akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan terhadapnya.
Sidang Pleno Keempat Komite Sentral ke-20 PKT, yang seharusnya diadakan pada musim gugur 2024, masih tertunda hingga kini. Di tengah memburuknya situasi ekonomi Tiongkok, rumor dan spekulasi tentang kemungkinan lengsernya Xi Jinping terus beredar.
Du Zheng, komentator independen, dalam artikelnya di media Taiwan Up Media pada 26 Mei menulis bahwa jika benar telah terjadi “kudeta Beidaihe” oleh para veteran partai, maka Sidang Pleno Keempat bisa berubah menjadi forum pertanggungjawaban atas kepemimpinan Xi. Dalam skenario ini, sistem pemerintahan PKT akan runtuh bersamaan dengan jatuhnya Xi, dan kekuasaan dapat bertransisi secara damai menuju sistem demokrasi, sehingga tidak akan ada lagi konsep “penerus Xi.” (Hui)
Sumber : NTDTV.com
- Zhongnanhai : Kantor Pusat dan Komplek Partai Komunis Tiongkok di Beijing


