Rusia Serang Ukraina dengan Lebih dari 100 Drone Sebagai Aksi Balasan,  5 Warga Sipil Tewas

Beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara melalui telepon dengan Donald Trump dan bersumpah akan membalas serangan terhadap pangkalan udara Rusia, militer Rusia melancarkan serangan besar-besaran dengan drone ke berbagai wilayah Ukraina, menewaskan sejumlah warga sipil.

EtIndonesia. Pada 5 Juni, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan melalui media sosial bahwa pada dini hari, Rusia meluncurkan 103 drone dan 1 rudal balistik dalam serangan yang menargetkan setidaknya tujuh wilayah.

Dalam salah satu unggahannya di platform X, Zelenskyy menuliskan: “Tadi malam, Rusia menyerang wilayah Chernihiv, tepatnya kota Pryluky, dengan enam drone tempur. Operasi penyelamatan berlangsung sepanjang malam. Sayangnya, ada korban luka dan meninggal dunia.”

Ia menambahkan, “Seorang petugas penyelamat yang datang ke lokasi menemukan bahwa rumahnya sendiri yang terkena serangan oleh drone tipe Shahed. Tragisnya, istri, putri, dan cucunya yang baru berusia satu tahun tewas dalam serangan itu. Ini menjadikan anak ke-632 yang tewas sejak awal invasi besar-besaran.”

Pada 4 Juni, Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social—yang kini telah dihapus—mengatakan bahwa ia dan Putin telah membahas serangan Ukraina terhadap pesawat-pesawat yang diparkir di pangkalan Rusia, serta serangan lainnya antara kedua belah pihak.

“Itu pembicaraan yang bagus,” tulis Trump, “tetapi bukan percakapan yang langsung membawa perdamaian.”

Trump juga mengungkapkan bahwa Putin berjanji akan melakukan pembalasan terhadap Ukraina.

Sebelumnya, Dinas Keamanan Ukraina menyatakan bahwa pada 1 Juni, Ukraina telah melancarkan serangan drone ke beberapa pangkalan militer di wilayah timur jauh Rusia, menghancurkan 41 pesawat tempur, termasuk pembom strategis jarak jauh.

Meski video yang dirilis hanya berhasil mengonfirmasi kehancuran sekitar 20 pesawat, namun serangan itu tetap dianggap sebagai kemenangan besar bagi Ukraina. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine