Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Howard Lutnick, memperingatkan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) sedang mempercepat pencurian teknologi canggih Amerika, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan teknologi penerbangan. Ia menekankan bahwa AS perlu memperkuat penegakan pengawasan ekspor, serta mendorong produksi semikonduktor kembali ke dalam negeri.
EtIndonesia. Dalam sidang dengar pendapat di DPR AS pada (5/6/2025), Menteri Howard Lutnick menegaskan pentingnya memperketat penerapan aturan pengendalian ekspor guna mencegah PKT mencuri teknologi penting.
Ia menyerukan kepada Kongres untuk meningkatkan anggaran bagi Biro Industri dan Keamanan (BIS) di bawah Departemen Perdagangan, agar dapat menambah jumlah petugas inspeksi lapangan yang akan memeriksa gudang dan eksportir, guna memastikan bahwa pembatasan ekspor ke negara-negara lawan seperti Tiongkok benar-benar diterapkan secara efektif. Pemerintah juga berencana menempatkan lebih dari dua petugas BIS di dalam wilayah Tiongkok untuk memperkuat penegakan langsung di lapangan.
Secara paralel, dalam upaya membawa kembali produksi semikonduktor ke AS, pemerintahan Trump tengah merundingkan ulang berbagai perjanjian subsidi yang sebelumnya dibuat di era Biden dalam kerangka Undang-Undang CHIPS (CHIPS Act). Pemerintah sekarang meminta perusahaan untuk meningkatkan jumlah investasi, memperluas kapasitas produksi, dan mempercepat pembangunan fasilitas.
Lutnick menyampaikan bahwa hasil dari perundingan ulang tahap awal telah mendorong perusahaan untuk berkomitmen menanamkan investasi lebih dari 300 miliar dolar AS di AS—dua kali lipat dari rencana sebelumnya.
Selain mendorong produksi dalam negeri, Lutnick juga menegaskan bahwa AS akan terus membatasi aliran chip canggih dan teknologi AI ke negara-negara musuh. Menurut laporan Bloomberg, pemerintahan Trump telah meninggalkan kebijakan era Biden yang dikenal sebagai “aturan penyebaran AI”, dan menggantinya dengan kesepakatan bersama sekutu-sekutu AS untuk secara ketat mengontrol ekspor chip AI kelas atas. Ke depannya, hanya pusat data dan penyedia layanan cloud yang telah disetujui oleh pihak AS yang boleh menggunakan chip semacam itu, guna mencegah Tiongkok dan Rusia memperoleh daya komputasi AI Amerika secara tidak langsung.
Lutnick menjelaskan bahwa kebijakan “America First” (Amerika Didahulukan) yang diusung Presiden Trump menekankan pentingnya mempertahankan keunggulan di sektor industri dan teknologi strategis. Ia juga mengungkapkan bahwa Departemen Perdagangan telah membentuk Kantor Percepatan Investasi, yang bertujuan menarik arus modal global untuk masuk dan berinvestasi di Amerika Serikat. (Hui)
Laporan dari Liu Jiajia, NTD, Amerika Serikat.


