Jumlah Penderita Penyakit Lyme di Kanada Terus Meningkat, Sejumlah Selebriti Ternama Pernah Terinfeksi

Selama 10 tahun terakhir, jumlah kasus penyakit Lyme yang ditularkan oleh kutu (tick) di Kanada  meningkat lebih dari sepuluh kali lipat. Dengan datangnya musim puncak aktivitas kutu pada pergantian musim semi ke musim panas, masyarakat yang gemar beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk melakukan langkah pencegahan agar terhindar dari gigitan kutu.

EtIndonesia. Seiring datangnya musim panas, Badan Kesehatan Masyarakat Kanada (Public Health Agency of Canada/PHA) baru-baru ini mengeluarkan peringatan bahwa penyakit Lyme dan penyakit lain yang ditularkan oleh kutu tengah menyebar dengan cepat, dengan jumlah kasus infeksi meningkat secara drastis.

Saat pemantauan kasus dimulai pada tahun 2009, hanya terdapat 144 kasus. Namun, menurut data awal tahun 2024, jumlah kasus telah melebihi 5.000 kasus.

Beberapa selebriti terkenal Kanada juga pernah membagikan pengalaman mereka dalam melawan penyakit Lyme.

Penyanyi dan penulis lagu Avril Lavigne didiagnosis menderita penyakit Lyme pada tahun 2013, yang menyebabkan kariernya terhenti selama lima tahun. Ia pernah mengatakan bahwa saat sakit, ia merasa tidak bisa bernapas dan makan, bahkan harus berbaring di tempat tidur selama lima bulan. Sementara itu, pada tahun 2020, penyanyi Justin Bieber juga terinfeksi penyakit Lyme, yang berdampak besar pada kesehatannya secara keseluruhan, termasuk kondisi kulit dan fungsi otaknya.

Faktanya, karena perubahan iklim, hewan kecil seperti tikus meluaskan wilayah aktivitasnya, dan menjadi perantara penyebaran kutu. Saat ini, wilayah berisiko penyakit Lyme di Kanada terus bertambah. PHA telah menetapkan ribuan kode pos di lebih dari 1.100 kota, termasuk Pulau Vancouver dan wilayah Greater Toronto, sebagai zona berisiko penyakit Lyme.

Penyakit Lyme disebabkan oleh gigitan kutu liar yang telah terinfeksi (dikenal juga sebagai wall louse atau kutu rusa). Setelah digigit, seseorang bisa mengalami gejala seperti demam, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam kulit. Jika tidak segera diobati, penyakit ini bisa berkembang menjadi sakit kepala berat, radang sendi, nyeri otot dan tulang, kehilangan ingatan, bahkan lumpuh pada wajah (Bell’s palsy).

Para ahli menjelaskan bahwa karena gejala awalnya mirip flu biasa, penyakit Lyme sering salah didiagnosis. Namun, ciri khas penyakit ini adalah munculnya ruam berbentuk mata banteng (bull’s-eye rash).

Para ahli mengingatkan bahwa cara terbaik untuk mencegah penyakit Lyme adalah melindungi diri dari gigitan kutu. Saat beraktivitas di luar ruangan, disarankan untuk mengenakan pakaian berlengan panjang berwarna terang, menyelipkan celana ke dalam kaus kaki, serta menggunakan obat anti-serangga untuk perlindungan tambahan. (Hui/asr)

Laporan jurnalis NTD, Guo Yuexi, dari Amerika Serikat

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine