EtIndonesia. Dalam serangkaian serangan rudal baru oleh Teheran pada hari Kamis (19 Juni), rumah sakit utama di Israel selatan telah mengalami “kerusakan parah”, kata para pejabat.
Rumah Sakit Soroka di Beersheba telah mendesak pasien untuk tidak datang berobat setelah serangan tersebut. Beberapa orang telah terluka, meskipun jumlah pastinya belum diketahui. Sementara itu, rumah sakit sedang menilai tingkat kerusakan dan jumlah orang yang terluka.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah mengutuk serangan itu dan mengatakan Teheran akan membayar “harga mahal” untuk serangan itu.
Berbicara kepada X Netanyahu berkata : “Pagi ini, para diktator teroris Iran menembakkan rudal ke Rumah Sakit Soroka di Beer Sheva dan ke warga sipil di pusat negara itu. Kami akan membuat para tiran di Teheran membayar harga yang mahal,” kata Netanyahu dalam sebuah posting dalam bahasa Ibrani.
Smoke rises from a hospital in Israel’s Beersheba after Iranian launches ballistic missile attack
— WION (@WIONews) June 19, 2025
.
.
.
.#WIONUncut #IsraelIranWar pic.twitter.com/gYZ3VpUtPM
Menurut layanan darurat Israel, serangan rudal oleh Iran di seluruh negeri pada hari Kamis telah melukai 65 orang, lapor BBC. Sekitar 42 orang mengalami luka ringan, sementara 18 orang terluka dalam perjalanan ke tempat perlindungan bom.
Wakil menteri luar negeri Israel, Sharren Haskel juga mengecam Iran karena menyerang rumah sakit tersebut.
Menyebut serangan itu “disengaja” dan “kriminal”, Haskel berkata: “Iran baru saja menyerang Rumah Sakit Soroka di Be’er Sheva dengan rudal balistik. Bukan pangkalan militer. Sebuah rumah sakit. Ini adalah pusat medis utama untuk seluruh wilayah Negev di Israel. Disengaja. Kriminal. Sasaran sipil. Dunia harus bersuara.” (yn)


