Baru-baru ini, aksi protes terhadap Presiden Trump dan kebijakan imigrasi yang berlaku terjadi di berbagai kota di Amerika Serikat. Namun, salah satu penyelenggara utama aksi protes tersebut dikabarkan memiliki latar belakang yang terkait dengan sistem intelijen Partai Komunis Tiongkok (PKT)
EtIndonesia. Menurut laporan dari Daily Caller News Foundation, salah satu penyelenggara aksi protes bertajuk “Hari Tanpa Raja” adalah Asian Pacific American Labor Alliance (Aliansi Buruh Asia-Pasifik Amerika). Ketua aliansi ini, Peng Yiling, juga menjabat sebagai Direktur Pelatihan di United Chinese Americans (UCA) atau “Aliansi Warga Tionghoa Amerika”. Dalam organisasi UCA ini, sejumlah besar pemimpin diketahui pernah menjabat di lembaga intelijen Partai Komunis Tiongkok, seperti Staf Gabungan Tentara PKT atau Kementerian Keamanan Negara.
Sejarawan Tionghoa di Australia, Li Yuanhua, mengatakan: “Laporan ini secara nyata mengungkap bagaimana PKT memanfaatkan sistem demokrasi Amerika dan mencari celah dalam kebijakan AS. Meskipun organisasi ini mengatasnamakan perjuangan melawan diskriminasi rasial, mereka sebenarnya memanfaatkan momen tersebut untuk mendukung pandangan pro-PKT dan menentang kebijakan keamanan nasional Amerika.”
Laporan tersebut juga mengungkap bahwa selain menggelar aksi protes di jalanan, organisasi United Chinese Americans juga aktif menentang kebijakan keamanan nasional AS—seperti undang-undang yang membatasi imigrasi berlatar belakang militer PKT, serta pembatasan visa bagi pelajar Tiongkok di universitas-universitas seperti Harvard dan MIT.
Direktur Eksekutif Taiwan Motivational Association, Lai Rongwei, menjelaskan: “Ini adalah strategi umum PKT dalam perang opini global—menggunakan agen-agen lokal di berbagai negara untuk melakukan perpecahan dari dalam. Tujuannya adalah menggoyahkan dukungan rakyat Amerika terhadap pemerintah mereka, dan lebih luas lagi, menggoyahkan kepercayaan global terhadap nilai-nilai universal seperti demokrasi dan hak asasi manusia.”
Chuck DeVore, pejabat senior di Texas Public Policy Foundation, juga pernah menyatakan bahwa pernyataan dari United Chinese Americans hampir identik dengan propaganda resmi PKT, yang menunjukkan bahwa mereka sedang menyuarakan kepentingan Beijing dan menentang kedaulatan kebijakan AS.
Lai Rongwei menambahkan: “Ini adalah strategi infiltrasi tanpa peperangan terbuka—sebuah cara murah untuk membuat musuh PKT hancur dari dalam, seperti kuda Troya.”
Ia juga menyerukan agar Amerika Serikat dan negara-negara demokratis lainnya bersatu untuk melawan infiltrasi PKT, dimulai dari pendidikan, kesadaran warga negara, hingga literasi media. (hui/asr)
Laporan oleh jurnalis NTDTV: Li Jiayin, Cheng Mulan, dan Luo Ya dari Amerika Serikat.


