PKT Diam-Diam Bantu Iran? Tiga Pesawat Kargo Misterius Terbang ke Timur Tengah Picu Spekulasi

Di tengah memanasnya konflik militer antara Israel dan Iran, tiga pesawat kargo misterius asal Tiongkok dilaporkan baru-baru ini terbang ke kawasan Timur Tengah dan tiba-tiba menghilang dari radar saat mendekati wilayah Iran. Hal ini memicu spekulasi bahwa pesawat-pesawat tersebut mungkin membawa peralatan militer dari Partai Komunis Tiongkok untuk membantu Iran.

EtIndonesia. Menurut laporan The Daily Telegraph dari Inggris, sehari setelah Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 13 Juni, sebuah pesawat kargo lepas landas dari Tiongkok. Keesokan harinya, satu pesawat lagi terbang, dan pada 16 Juni, pesawat ketiga berangkat dari Shanghai.

Data penerbangan menunjukkan bahwa semua pesawat tersebut terbang dari Tiongkok utara ke arah barat, melewati Kazakhstan, kemudian turun ke Uzbekistan dan Turkmenistan. Namun, ketika mendekati Iran, pesawat-pesawat tersebut tiba-tiba menghilang dari pantauan radar.

Hal yang lebih mencurigakan, rencana penerbangan dari pesawat-pesawat itu menunjukkan tujuan akhir mereka adalah Luksemburg, namun tampaknya tidak ada yang benar-benar memasuki wilayah udara Eropa.

Para ahli menduga bahwa di tengah meningkatnya serangan militer Israel terhadap Iran, pesawat-pesawat kargo milik PKT mungkin tengah mengirimkan logistik atau peralatan ke Iran. Terlebih, jenis pesawat Boeing 747 yang digunakan memang lazim untuk mengangkut peralatan militer atau pengiriman kontrak pemerintah.

Peneliti dari University of Exeter, Andrea Ghiselli, menganalisis bahwa muatan pesawat-pesawat ini jelas menarik perhatian besar karena publik menduga Tiongkok (Partai Komunis Tiongkok/PKT) mungkin akan turun tangan membantu Iran. Sebab, bila rezim Iran jatuh, itu akan menjadi pukulan besar yang bisa menciptakan ketidakstabilan serius di Timur Tengah dan pada akhirnya merugikan kepentingan ekonomi serta energi PKT.

PKT dan Iran diketahui merupakan mitra strategis. Sejak kunjungan kenegaraan Xi Jinping ke Iran pada tahun 2016, kedua negara membangun kemitraan strategis komprehensif. Keduanya sama-sama menentang tatanan dunia yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Selain itu, Iran merupakan salah satu pemasok energi utama bagi PKT, dengan jumlah ekspor minyak mencapai 2 juta barel per hari. Menurut informasi yang dipublikasikan di situs resmi PKT, volume perdagangan kedua negara pada tahun 2024 mencapai 13,37 miliar dolar AS.

Para pakar menilai bahwa pemerintah PKT berusaha menopang stabilitas rezim Iran demi menjaga kepentingan nasionalnya.

Ghiselli menyatakan: “Runtuhnya rezim Iran saat ini akan menjadi pukulan besar, dapat menciptakan ketidakpastian besar di Timur Tengah, dan pada akhirnya merugikan kepentingan ekonomi dan energi PKT.”

PKT sebelumnya juga diketahui mengabaikan kecaman internasional dan memasok berbagai material ke Iran, termasuk bahan untuk rudal balistik—yang dapat digunakan Iran dalam pengembangan senjata nuklir.

Namun, The Daily Telegraph juga mengingatkan bahwa Amerika Serikat adalah sekutu terkuat Israel. Jika PKT secara langsung terlibat dalam konflik Israel-Iran, maka itu dapat menghancurkan seluruh peluang yang ada untuk menstabilkan hubungan AS–Tiongkok, yang hingga kini masih belum pulih sepenuhnya dari perang dagang. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com 

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

Sebelum Terlambat, Katakanlah: Ada Kata-Kata yang Tak Bisa Menunggu

Hubungan Anda akan menjadi lebih dalam ketika Anda memilih untuk hidup seolah-olah waktu yang Anda miliki bersama orang-orang yang Anda cintai tidaklah dijamin Mike Donghia Saat...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine