EtIndonesia. Konflik antara Israel dan Iran memasuki hari ketujuh pada Rabu (18/6/2025). Pada dini hari, militer Israel memperingatkan penduduk dua desa di Iran untuk segera mengungsi, sebelum melancarkan serangan ke apa yang disebut sebagai “infrastruktur militer”. Namun, militer Israel belum mengungkap rincian lebih lanjut mengenai serangan udara tersebut.
Dalam pesan yang disampaikan melalui aplikasi Telegram dalam bahasa Arab dan Persia, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan: “IDF mengeluarkan peringatan darurat kepada penduduk, pekerja, dan siapa pun yang berada di desa Arak dan Khondab, Iran, agar segera mengungsi sebelum IDF menyerang infrastruktur militer rezim Iran.”
Menurut laporan Associated Press, desa Arak adalah lokasi dari sebuah reaktor air berat, terletak sekitar 250 km barat daya Teheran.
Reaktor air berat digunakan untuk mendinginkan reaktor nuklir, namun juga menghasilkan plutonium sebagai produk sampingan. Plutonium ini berpotensi digunakan dalam pembuatan senjata nuklir. Jika Iran memutuskan untuk membuat bom nuklir, selain menggunakan uranium yang diperkaya, mereka juga bisa memanfaatkannya lewat plutonium.
Media semi-resmi Iran, Iranian Student News Network (SNN), melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Teheran diaktifkan pada dini hari tanggal 18 Juni, dan berhasil mencegat beberapa drone di pinggiran kota Teheran.
Pihak militer Israel menyatakan bahwa pada hari yang sama, sirene peringatan berbunyi di Israel utara dan di Lembah Yordan. Dua drone yang diluncurkan dari Iran berhasil dicegat.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel menyampaikan lewat media sosial X bahwa Rumah Sakit Soroka di Beersheba, Israel selatan, mengalami serangan. Pihak rumah sakit sedang menilai jumlah korban dan kerusakan akibat serangan tersebut.
Pada 18 Juni 2025, Iran meluncurkan sebuah rudal ke arah Israel. Rudal tersebut meninggalkan jejak asap yang tidak biasa di langit Teheran. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


