EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (20 Juni) menyatakan bahwa dialog dengan Iran masih terus berlangsung. Ketika seorang wartawan bertanya apakah AS bisa menghentikan serangan udara Israel, Trump menganggap hal itu sangat sulit dilakukan. Sementara itu, Amerika Serikat mengumumkan putaran sanksi baru terhadap Iran, termasuk menjatuhkan sanksi kepada seorang warga negara Tiongkok.
Koresponden NTD Zhang Liang : “Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk menggunakan militer guna menyerang fasilitas nuklir Iran. Pejabat penegak hukum AS juga telah meningkatkan pengawasan terhadap mata-mata Iran di dalam negeri. Beberapa sumber menyampaikan kepada media bahwa Direktur FBI, Patel, telah memperketat pengawasan terhadap organisasi bawah tanah yang memiliki hubungan dengan Hizbullah.”
Presiden AS Donald Trump: “Menurut saya, saat ini mengajukan permintaan (agar Israel menghentikan serangan) adalah hal yang sangat sulit. Jika suatu pihak sedang berada di atas angin, akan jauh lebih sulit untuk melakukan itu dibandingkan saat mereka terdesak. Namun, kami sudah siap dan bersedia. Kami terus berdialog dengan Iran, dan kita akan lihat bagaimana perkembangan selanjutnya.”
Departemen Luar Negeri AS pada hari yang sama menyampaikan bahwa hingga saat ini, lebih dari 25.000 warga negara AS telah menghubungi pemerintah untuk meminta informasi dan bantuan terkait evakuasi dari Israel.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce: “Informasi dari Departemen Luar Negeri menunjukkan bahwa lebih dari 25.000 orang telah secara aktif menghubungi kami untuk mencari informasi dan bantuan terkait situasi di Israel, Tepi Barat Yordan, dan Iran.”
Kedutaan Besar AS di Yerusalem menyatakan sedang merencanakan penerbangan dan kapal evakuasi bila diperlukan.
Hingga Rabu (18 Juni), satu penerbangan evakuasi charter telah diberangkatkan untuk membantu mengevakuasi staf kedutaan non-esensial dan keluarganya.
Pada hari yang sama, Gedung Putih bersama Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap delapan perusahaan, satu warga negara Tiongkok bernama Zhang Yanbing (音譯), serta kapal kargo “Shunkai Xing” yang terdaftar di Hong Kong. Mereka dituduh menyediakan atau mengirimkan mesin sensitif dan hasil riset terkait rudal balistik, drone, dan senjata asimetris ke industri pertahanan Iran.
Beberapa perusahaan lain juga dimasukkan ke dalam daftar sanksi, termasuk: Dongguan Zanyin Machinery dan Shenzhen Xinxin Shipping — keduanya berbasis di Tiongkok dan Hong Kong.
Saat ini, semua aset milik individu dan perusahaan tersebut yang berada di wilayah AS dibekukan, dan segala bentuk transaksi dengan mereka dilarang.
Reporter: “Presiden Trump dan Wakil Presiden Vance pada Jumat malam menghadiri acara penggalangan dana di tempat terpisah. Presiden Trump akan hadir di jamuan makan malam ‘Make America Great Again’ di New Jersey, sementara Vance akan mengikuti acara Komite Nasional Partai Republik di Los Angeles.” (Hui/asr)
Laporan oleh Zhang Liang dan Yixin dari Gedung Putih, Amerika Serikat – NTDTV


