Baru-baru ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah menyelesaikan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir Iran. Para ahli menilai bahwa fasilitas nuklir Iran merupakan “benteng bawah tanah” milik Partai Komunis Tiongkok (PKT), dan serangan ini berarti AS telah berhasil menggagalkan strategi ekspansi global PKT di kawasan Timur Tengah.
EtIndonesia. Militer AS pada (21/6/2025), meluncurkan operasi “Palu Tengah Malam”, mengerahkan lebih dari 125 pesawat, termasuk 7 pesawat pembom siluman B-2, untuk melakukan serangan mendadak ke tiga fasilitas nuklir Iran. Militer AS juga menembakkan puluhan rudal jelajah Tomahawk, menghantam berbagai target di wilayah Iran.
Pada 22 Juni, Departemen Pertahanan AS menggelar konferensi pers di Pentagon dan menyatakan bahwa serangan presisi terhadap fasilitas nuklir Iran tersebut mencapai hasil yang “luar biasa dan sangat dominan.”
Para analis menganggap bahwa serangan presisi militer AS ke Iran memberikan efek gentar yang sangat besar terhadap PKT.
“Seluruh fasilitas nuklir bawah tanah Iran sebenarnya adalah benteng militer rahasia milik PKT. Fasilitas ini dibangun dengan bantuan tim insinyur dari Tiongkok. Serangan udara yang sukses dari AS ini menghancurkan fasilitas nuklir bawah tanah tersebut, dan tentu akan menjadi pukulan besar secara militer terhadap rezim otoriter PKT. Saat ini, PKT juga telah memindahkan pusat komando dan sistem operasinya ke fasilitas bawah tanah,” ujar ahli masalah Tiongkok, Yuan Hongbing.
Iran, Tiongkok, Rusia, dan Korea Utara sering disebut sebagai “poros kejahatan”, dan di antara keempatnya, PKT dianggap sebagai pemimpinnya.
Yuan Hongbing menambahkan: “Iran adalah pijakan utama PKT di kawasan Timur Tengah, dan kini sudah hampir lumpuh. Bahkan ada kemungkinan besar akan terjadi pergantian rezim di Iran. Bisa dikatakan bahwa di bawah pemerintahan Trump 2.0, strategi ekspansi global rezim otoriter PKT telah digagalkan di kawasan Timur Tengah.”
Sebelumnya, pada 13 Juni, Israel meluncurkan Operasi Singa Bangkit, melakukan serangan udara ke Iran dan menghancurkan lebih dari 720 fasilitas militer hanya dalam waktu kurang dari 3 hari, yang kemudian membuka jalan bagi serangan militer AS.
“Menurut informasi dari orang dalam PKT yang masih memiliki hati nurani, serangan presisi militer Israel kali ini membuat rezim PKT sangat panik, dan bahkan menakutkan bagi Xi Jinping sendiri,” ujar Yuan Hongbing. (Hui/asr)
Laporan wartawan NTDTV: Li Yun dan Luo Ya


