EtIndonesia. Di Australia, ada satu jenis tanaman yang tampak sangat indah, tetapi ternyata menyimpan bahaya besar di balik keindahannya.
01. Tanaman Cantik Ini Ternyata “Pembunuh Diam-diam” di Halaman Belakang di Australia
Saat merancang taman di halaman rumah, kita cenderung memilih tanaman yang terlihat cerah dan menawan.
Namun, di banyak halaman belakang rumah di Australia, ada satu tanaman yang sangat umum ditemukan. Bunga-bunganya berwarna cerah dan menarik, tapi banyak orang tidak menyadari bahayanya.
Tanaman tersebut adalah Bougainvillea alias Bugenvil, yang berasal dari Amerika Selatan namun kini tersebar luas di berbagai wilayah Australia.

Seperti terlihat pada gambar, bunga bugenvil yang berwarna ungu kemerahan memang sangat memikat.
Namun menurut Prof. Brett Summerell, Kepala Ilmuwan dan Direktur Ilmiah dari Royal Botanic Gardens Sydney, saat ini sudah ada ratusan varietas bugenvil yang dikembangkan, dengan variasi warna dari merah tua hingga merah muda yang lembut.
Tanaman ini pertama kali ditanam di daerah beriklim hangat sejak tahun 1800-an. Bugenvil tahan terhadap sedikit embun beku, tapi tidak tahan cuaca dingin ekstrem. Maka tak heran jika Australia menjadi lingkungan yang sangat cocok bagi tanaman ini untuk tumbuh subur.
Tetapi menurut Prof. Summerell, tanaman yang cantik ini bisa merusak taman secara serius.
“Bugenvil memiliki duri besar yang menyebalkan, sehingga sulit dikendalikan. Mereka bisa mendominasi area tertentu, dan jika Anda tidak rajin memangkas, tanaman ini bisa tumbuh di luar kendali—bahkan menutupi seluruh dinding atau pagar,” katanya.
Peringatan ini bukan sekadar omong kosong. Banyak orang yang telah merasakan langsung akibat buruk dari tanaman ini.
Di media sosial, sejumlah pengguna membagikan pengalaman menyeramkan mereka dengan bugenvil berduri ini.
Ada yang menyebut tanaman ini sebagai “kawat berduri alami”, dan yang lain mengatakan bahwa setelah terkena duri bugenvil, lengan mereka sampai meninggalkan bekas luka yang sulit hilang.
“Selain duri, tanaman ini tumbuh seperti api yang menyebar liar. Kalau tidak terus-menerus dipangkas, dia akan menguasai semuanya,” ungkap seorang warganet.
“Tanaman ini hanya layak dinikmati dari jauh—jangan pernah dekati,” tambah yang lain.
Tak hanya berbahaya secara fisik, perawatannya juga sangat merepotkan. Bugenvil membutuhkan penyiraman teratur, pemupukan berkala, dan pemangkasan rutin.
Banyak orang akhirnya menyimpulkan bahwa tanaman ini tidak sepadan dengan usaha yang dibutuhkan untuk merawatnya.
02. Tanaman-tanaman Lain yang Juga Sebaiknya Tidak Ditanam: Merusak Rumah dan Melukai Penghuni
Selain bugenvil, para ahli taman di Australia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menanam beberapa tanaman lain yang juga bisa berbahaya bagi rumah dan penghuninya.
Salah satunya adalah Ivy (jenis tanaman rambat hijau) yang dikenal bisa merusak pondasi rumah.
Seorang tukang kebun profesional bernama Stafford mengatakan bahwa tanaman ini sudah menyerbu banyak taman dan halaman belakang di seluruh Australia, dan bahkan menyebabkan kerusakan serius pada bangunan.
Baru-baru ini, dia menerima panggilan darurat dari sebuah rumah di Strathfield. Ketika tiba di lokasi, dia menyaksikan sendiri betapa merusaknya tanaman ini.
Selama 15 tahun, rumah itu disewakan dan halaman belakangnya tidak pernah dirawat. Akibatnya, tanaman ivy tumbuh tak terkendali, menjalar ke seluruh tembok rumah. Stafford butuh waktu 40 menit penuh untuk membersihkan “hutan kecil” yang terbentuk dari ivy di halaman itu.
Namun yang paling mengejutkannya adalah apa yang dia temukan setelah ivy dibersihkan.

Tanaman memang dikenal memiliki daya hidup luar biasa—bahkan bisa menembus bebatuan demi bertahan hidup.
Ivy di rumah tersebut tumbuh secara liar, menyusup ke celah-celah, atau menciptakan celah baru jika tidak ada yang tersedia.
Stafford juga menemukan bahwa tanaman ini telah merusak struktur bangunan, bahkan meretakkan batu bata di bawah jendela. Karena rumah tersebut adalah bangunan tua, balok kayu yang menopang atap rumah telah ditarik dan ditekan oleh tanaman, membuat struktur rumah mulai membengkok dan berubah bentuk.
Jika dibiarkan, ivy bisa menyebabkan kerusakan struktural parah pada rumah, dan biaya perbaikannya bisa mencapai ribuan dolar Australia.
Selain itu, ivy yang menjalar ke atap rumah juga bisa merusak genteng, menciptakan celah yang memicu kebocoran saat hujan. Air akan perlahan-lahan merembes ke dalam rumah.
Yucca: Tajam, Keras, dan Sulit Diberantas
Tanaman lain yang dulu sangat populer adalah Yucca, yang ditanam di dekat pagar dan kolam renang karena dianggap memiliki tampilan yang modern dan “mewah”.
Namun, tanaman ini punya daun tajam dan keras seperti pisau, sehingga sangat mudah melukai orang.

Sebuah penelitian pada tahun 2018 menunjukkan bahwa duri tajam pada yucca merupakan salah satu penyebab meningkatnya kasus cedera telinga yang berkaitan dengan kegiatan berkebun.
Tak hanya itu, akar yucca sangat kuat dan agresif. Dia mampu menembus beton, merusak pipa saluran air, dan sangat sulit untuk dihapus.
Ada yang mengaku pernah mencoba mencabut sendiri tanaman yucca di rumahnya, tapi saat menggali, sekopnya patah. Akhirnya, dia harus menyewa perusahaan jasa pemotongan pohon hanya untuk menyingkirkannya.
Kesimpulan:
Saat memilih tanaman untuk taman rumah, kita tidak hanya perlu mempertimbangkan tampilannya yang indah dan eksotis, tapi juga harus memahami karakter tumbuhnya, risiko yang ditimbulkan, dan upaya perawatan jangka panjangnya.
Bugenvil memang cantik dan mencolok, tapi di balik keindahannya tersembunyi bahaya duri tajam, pertumbuhan yang tak terkendali, dan perawatan yang melelahkan.
Sementara itu, ivy bisa menghancurkan struktur rumah, dan yucca bisa melukai orang serta merusak infrastruktur taman.
Jadi, sebelum menanam tanaman tertentu hanya karena tampilannya menarik, pastikan kamu sudah memahami dampak jangka panjangnya.
Kesalahan kecil dalam memilih bisa berujung pada biaya besar—atau bahkan bahaya serius bagi keluarga di rumah. (jhn/yn)


