EtIndonesia. Pada Selasa (24/6/2025), dalam sebuah acara makan malam penggalangan dana di kampung halamannya di negara bagian Ohio, Wakil Presiden AS J.D. Vance membahas aksi militer Presiden Trump terhadap fasilitas nuklir Iran. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut bukan hanya membela kepentingan luar negeri Amerika Serikat, tetapi juga secara efektif mencegah pecahnya perang berkepanjangan. Selain itu, Vance turut membagikan pengalaman lucu bersama Trump.
Dalam acara yang berlangsung di kota Lima, Ohio, Vance menjelaskan kepada hadirin apa itu “Trumpisme”.
Wakil Presiden AS J.D. Vance: “Pertama, Anda harus menyatakan dengan jelas apa kepentingan Amerika — dalam hal ini: Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Kedua, Anda harus terlebih dahulu mencoba menyelesaikan masalah secara aktif melalui jalur diplomatik.
Ketiga, jika diplomasi gagal, maka Anda harus menggunakan kekuatan militer yang luar biasa untuk menyelesaikan masalah tersebut — lalu segera pergi sebelum berubah menjadi konflik jangka panjang.”
Vance juga membagikan kisah lucu yang terjadi di Ruang Oval Gedung Putih, terkait “tombol merah” yang terkenal.
Vance: “(Presiden Trump) melihat saya, lalu menekan tombol merah sambil membisukan suara pemimpin asing yang sedang ditelepon dan berkata: ‘Keadaannya kurang baik.’
Saya melotot, ‘Tuan Presiden, Anda tahu apa yang baru saja terjadi, kan?’
Ia menoleh ke saya dan berkata: ‘Rudal nuklir, rudal nuklir.’
Dua menit kemudian, seseorang masuk membawa sekaleng Coca-Cola.
Presiden Trump menoleh ke saya lagi dan berkata: ‘Itu bukan rudal nuklir — itu cuma tombol Coke.’
Saudara-saudara, inilah presiden kita yang (menyenangkan)!”
Vance: “Kita bukan hanya telah menghancurkan program nuklir Iran, tapi kita melakukannya tanpa satu pun korban jiwa dari pihak Amerika. Inilah hasil ketika Amerika memiliki kepemimpinan yang kuat.” (Hui/asr)
Laporan wartawan NTD, Zhao Fenghua, dikompilasi secara menyeluruh.


