Kerja Sama Militer Naik Level? 600 Tentara Partai Komunis Tiongkok  Akan Dikirim ke Rusia untuk Pelatihan

Media Ukraina melaporkan bahwa sebanyak 600 personel militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) akan dikirim ke Rusia dalam waktu dekat untuk menjalani pelatihan, termasuk pelatihan dalam menghadapi senjata Barat. Kerja sama “tanpa batas” antara Tiongkok dan Rusia ini memicu kekhawatiran apakah keduanya sedang bergerak menuju aliansi militer resmi.

EtIndonesia. Pada 24 Juni, Kyiv Post mengutip sumber dari Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina yang mengatakan bahwa Moskow berencana menerima sekitar 600 personel militer PKT pada tahun 2025. Mereka akan dilatih di pangkalan militer dan pusat pelatihan milik angkatan bersenjata Rusia.

Sumber lain dari media juga mengungkapkan bahwa “Kremlin telah memutuskan untuk mengizinkan tentara PKT mempelajari dan menyerap pengalaman tempur Rusia dari perang di Ukraina.”

Shen Mingshi, peneliti di Institut Riset Keamanan Nasional Taiwan, mengatakan: “PKT mengirim 600 orang ini kemungkinan dari berbagai satuan militer, dengan tujuan menjadikan mereka pelatih inti atau pionir. Mereka akan langsung belajar dari medan perang Rusia-Ukraina.”

Dr. Zhong Zhidong, dari think tank nasional Taiwan “Institut Riset Keamanan Pertahanan Nasional,” menambahkan: “PKT sudah lama tidak punya pengalaman tempur nyata. Di sisi lain, karena Ukraina menggunakan banyak senjata buatan Barat, PKT bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk memahami cara menghadapi senjata Barat. Ini mungkin sebagai persiapan menghadapi kemungkinan konflik militer di Selat Taiwan, karena militer Taiwan sebagian besar menggunakan peralatan dan standar tempur ala Amerika.”

Menurut laporan, pelatihan ini akan difokuskan pada kemampuan menghadapi senjata Barat, termasuk pelatihan untuk pengemudi tank, artileri, pasukan zeni, dan ahli pertahanan udara.

Dr. Zhong Zhidong melanjutkan: “Fokus pelatihannya pada tank, artileri, pasukan darat dan pertahanan udara mencerminkan karakter utama perang Rusia-Ukraina yang berbasis pertempuran udara dan darat. Yang paling penting adalah soal pertahanan udara, terutama bagaimana melawan serangan drone dan rudal—ini kini menjadi kunci utama dalam konflik modern.”

Drone telah menjadi senjata khas Ukraina. Awal bulan ini, Ukraina menyembunyikan drone bermuatan bahan peledak di atap bangunan kayu yang kemudian diangkut dengan truk ke dekat pangkalan udara Rusia—sebuah versi modern dari “Kuda Troya”—dan berhasil menghancurkan 41 jet tempur Rusia.

Shen Mingshi: “Salah satu fokus utama yang ingin dipelajari oleh PKT adalah bagaimana mencegah dan mengatasi serangan drone, termasuk pertempuran unit kecil di garis depan. Selain itu, sistem komando dan kendali, komunikasi antara drone dan pasukan garis depan, komunikasi satelit, serta peperangan elektronik, juga menjadi perhatian utama.”

Meski perang Rusia-Ukraina telah berlangsung lebih dari tiga tahun, dan Rusia menghadapi krisis personel dan sumber daya, Rusia masih bersedia melatih tentara PKT —hal ini menunjukkan niat politik dari Presiden Putin.

Dr. Zhong Zhidong: “Rusia ingin memperkuat hubungan dengan PKT, meski tanpa menyebutnya aliansi militer secara resmi. Dengan ini, Rusia berharap mendapat balasan dari PKT dalam bentuk dukungan militer dan ekonomi. Di sisi lain, ini juga cara Rusia menyeret PKT lebih dalam ke dalam konflik Eropa, membongkar posisi netral PKT yang pura-pura, dan memperkuat hubungan strategis antara keduanya.”

Apakah kerja sama “tanpa batas” antara Tiongkok dan Rusia benar-benar mulai mengarah ke aliansi militer telah memicu kekhawatiran luas. Pada 24 Juni, dalam Forum Industri Pertahanan NATO, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok merupakan bagian dari rantai pasokan yang menjaga mesin perang Rusia tetap berjalan. Ia mendesak negara-negara anggota NATO untuk menghentikan semua hubungan dagang dengan entitas yang membantu Rusia.

Zelenskyy juga mengungkapkan bahwa Tiongkok telah menghentikan ekspor drone ke Ukraina dan negara-negara Eropa lainnya, tetapi masih terus memasok drone ke Rusia.

“Dukungan PKT terhadap Rusia semakin jelas. Oleh karena itu, dalam KTT NATO, peringatan terhadap PKT terus meningkat. Keterlibatan PKT dalam perang Rusia-Ukraina kini menjadi faktor penentu hubungan antara Eropa dan PKT,” kata Dr. Zhong Zhidong. 

“Uni Eropa sekarang menekankan strategi ‘mengurangi risiko’ (de-risking), namun jika dukungan PKT terhadap Rusia terus meningkat, strategi itu bisa berkembang menjadi ‘decoupling’ atau pemisahan total. Sebagai tanggapan, Eropa bisa memperkuat keterlibatannya dalam isu Indo-Pasifik, terutama terkait Selat Taiwan dan Laut Tiongkok Selatan,” ujarnya. 

Namun, hubungan antara PKT dan Rusia tidak sepenuhnya akrab. Awal Juni lalu, media AS membocorkan dokumen internal Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), yang menyebut PKT sebagai “musuh.” Dokumen itu juga memperingatkan bahwa Tiongkok tengah aktif merekrut mata-mata Rusia, termasuk ilmuwan yang tidak puas dengan pemerintah, guna mendapatkan teknologi militer sensitif. (Hui/asr)

Shang Yan | Luo Ya | Gao Yu – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine