Laporan South China Morning Post menyebutkan, pemerintahan Partai Komunis Tiongkok (PKT) baru-baru ini memberitahukan kepada pemerintah Brasil bahwa pemimpin PKT, Xi Jinping, tidak akan menghadiri KTT BRICS yang akan digelar 6-7 Juli mendatang. Alasannya disebut karena ada jadwal yang bentrok, dan Perdana Menteri Li Qiang akan hadir sebagai wakilnya. Ini adalah kali pertama Xi absen dari pertemuan BRICS. Publik menduga ada alasan tersembunyi di baliknya, bahkan menilai kekuasaan Xi mungkin sedang mengalami pembatasan besar.
EtIndonesia. KTT BRICS dijadwalkan berlangsung Juli mendatang di Rio de Janeiro, Brasil. South China Morning Post pada 25 Juni mengutip sumber yang mengetahui masalah ini dan menyebutkan bahwa pemerintah PKT member tahu Brasil bahwa Xi tidak akan hadir karena jadwalnya yang bentrok.
“Ini sangat aneh. Jika kita perhatikan, sebenarnya tidak ada agenda besar lain di Juli. KTT BRICS adalah acara yang sudah ditetapkan jauh-jauh hari. Bahkan untuk parade militer September yang masih dua bulan lagi pun, bisa diatur agar Xi berpidato. Maka untuk acara besar seperti BRICS yang lebih dulu dijadwalkan, tentu seharusnya bisa disiapkan waktunya atau tidak perlu menjadwalkan kegiatan lain,” ujar pengamat isu Tiongkok, Heng He.
Sebelumnya, Xi Jinping tidak pernah absen dari KTT BRICS. Menurut sumber dari pihak Tiongkok yang terlibat dalam persiapan acara, alasan ketidakhadiran Xi kali ini adalah karena dalam waktu kurang dari satu tahun, ia telah dua kali bertemu dengan Presiden Brasil. Namun alasan ini pun menuai keraguan dari publik.
Heng He: “Alasan itu sangat dipaksakan. Karena ini adalah KTT BRICS, bukan kunjungan khusus untuk bertemu Presiden Brasil. Dia tidak sedang melakukan kunjungan bilateral ke Brasil.”
Disebutkan bahwa KTT kali ini akan diwakili oleh Perdana Menteri Li Qiang.
Heng He: “Kelompok negara BRICS adalah platform ekonomi. Tapi selama ini malah dijadikan panggung pertunjukan bagi pemimpin PKT. Namun kali ini, jika bisa kembali ke jalur normal dengan mengirim Li Qiang, itu justru menimbulkan pertanyaan besar. Karena Li Qiang selama ini dianggap sebagai perdana menteri terlemah. “
“Jika ia bisa menggantikan Xi untuk hadir di KTT BRICS, berarti telah terjadi perubahan yang sangat halus dalam posisi kekuasaan keduanya. Bisa jadi, kekuasaan dan aktivitas Xi Jinping telah dibatasi, bahkan sangat ketat.”
Memasuki Juni, sejumlah tokoh sensitif di internal PKT justru tampak aktif. Pada 23 Juni, tokoh dari faksi Tuanpai (kelompok mantan Presiden Hu Jintao), Hu Chunhua, secara tidak biasa memimpin rapat Komite Tetap CPPCC (konferensi politik penasihat rakyat). Pada 20 Juni, Wakil Perdana Menteri Ding Xuexiang memimpin delegasi menghadiri Forum Ekonomi Internasional di St. Petersburg, Rusia—dan bahkan secara mengejutkan mendapat pertemuan pribadi dengan Presiden Vladimir Putin, yang membuat publik terheran.
“Putin kali ini tidak hanya muncul sekilas untuk berfoto bersama Ding Xuexiang dan menjawab beberapa pertanyaan sekadarnya, tetapi benar-benar mengadakan pertemuan kerja. Mereka duduk berhadapan di dua meja panjang bersama delegasi masing-masing. Putin dan Ding duduk setara, posisi sejajar. Baik dari sudut pandang Putin maupun PKT, memperlakukan pejabat setingkat wakil perdana menteri dengan protokol setinggi ini bisa dikatakan sangat tidak biasa. Maka ada yang menilai bahwa Putin sedang menguji kekuatan sejati internal PKT,” kata Wen Zhao, pembawa acara kolom “Wen Zhao Membahas Masa Lalu dan Kini.”
Menurut informasi dari sumber terpercaya yang diperoleh NTD, meskipun Xi Jinping secara lahiriah masih tampak berkuasa, pada kenyataannya pengaruhnya telah runtuh. Para tokoh senior PKT seperti mantan Perdana Menteri Wen Jiabao dan Wakil Ketua Pertama Komisi Militer Pusat, Zhang Youxia, kini menjadi faktor penentu utama dalam arah politik PKT. Saat ini, Xi hanya menjalankan peran simbolik, sekadar menjalankan perintah seperti aktor dalam sandiwara.
Namun saat ini, PKT menghadapi krisis besar dari dalam dan luar. Ekonomi merosot tajam, dan ketidakpuasan rakyat makin meluas. Di tengah kondisi ini, masyarakat berharap PKT bisa segera runtuh. (Hui/asr)
Laporan oleh Tang Rui, NTDTV – Disusun secara komprehensif.


