Beberapa tahun terakhir, proyek pembangunan “tahu busuk” (istilah untuk proyek yang dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai standar) kerap terjadi di Tiongkok. Baru-baru ini di Yunnan, Tiongkok, seorang pekerja konstruksi melaporkan secara terbuka proyek jalan tol setempat yang melakukan pengurangan kualitas secara serius. Akibatnya, ia ditekan oleh polisi, bahkan sempat ditahan, hingga akhirnya terpaksa melarikan diri dari Tiongkok.
EtIndonesia. Zhang Zhenglin adalah operator ekskavator dari Qujing, Yunnan, Tiongkok Pada akhir tahun 2022, ia menemukan bahwa proyek pembangunan terowongan jalan tol telah mengalami pengurangan kualitas secara serius serta perubahan desain yang melanggar aturan.

Sebagai contoh, menurut standar desain, seharusnya dipasang 12 bingkai lengkung penyangga, tetapi kenyataannya hanya 2 yang dipasang untuk mengelabui inspeksi. Beton yang seharusnya dituangkan setebal 150 cm, kenyataannya kurang dari 50 cm, bahkan dasar pondasinya hanya ditopang oleh tanah dan limbah bangunan.
Tak hanya itu, pimpinan proyek berulang kali memerintahkan Zhang untuk menggunakan eskavator mengangkut baja dari proyek untuk dijual, setiap kali sebanyak 5–6 truk, dengan berat masing-masing lebih dari 40 ton. Menurut perhitungannya, nilai bahan bangunan yang “dikurangi” dari satu terowongan melebihi RMB.20 juta .

Namun, pada akhir Juni 2023, ketika Zhang Zhenglin menyerahkan rekaman video dan foto-foto pelanggaran tersebut ke otoritas pengawasan di Yunnan, laporan itu justru langsung diberikan kepada bosnya. Zhang pun langsung menerima ancaman. Ia juga diperingatkan oleh polisi: “Kalau ada keluhan, bicarakan saja dengan bosmu, jangan membawa masalah ini ke atas.”

Setelah terus-menerus mengalami ancaman, pengawasan, dan gangguan dari polisi, Zhang Zhenglin terpaksa mengundurkan diri pada Desember 2023, dan akhirnya berhasil melarikan diri ke Jerman pada Mei 2025.
“Skandal dalam pembangunan proyek di Tiongkok ini hanyalah sebagian kecil dari masalah yang lebih besar di bawah kekuasaan Partai Komunis. Selama Partai Komunis berkuasa di Tiongkok, tidak ada harapan bagi negara itu,” katanya. (Hui/asr)
Laporan gabungan oleh Tian Xin, reporter magang NTD Television


