Saksi Mata Ungkapkan Beberapa Anak Tewas Saat Mobil Menabrak Kerumunan di Dekat Sekolah di Beijing

Polisi tidak mengungkap jumlah korban atau mengonfirmasi adanya korban jiwa. Seorang saksi mengatakan setidaknya enam anak tewas

EtIndonesia. Sebuah kendaraan menabrak sejumlah anak di dekat sebuah sekolah dasar di Beijing pada  Kamis (26/6/2025). Para saksi mata mengatakan kepada The Epoch Times bahwa 11 orang tertabrak, termasuk enam anak yang tewas di tempat kejadian. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah korban atau apakah terdapat korban meninggal dunia.

Polisi setempat secara awal menyatakan insiden itu disebabkan oleh “kesalahan pengoperasian” kendaraan oleh pengemudi. Namun, seorang pria yang mengaku datang ke lokasi kejadian mengatakan kepada edisi bahasa Mandarin The Epoch Times bahwa sang pengemudi sebelumnya terlibat pertengkaran hebat dengan istrinya.

Foto-foto pasca-kejadian dengan cepat dihapus dari media sosial. Bahkan, komentar terkait insiden itu juga dihapus.

Dalam pernyataan singkat yang dipublikasikan di platform media sosial Tiongkok WeChat, Biro Keamanan Publik Kabupaten Miyun, Beijing, mengidentifikasi seorang pria berusia 35 tahun dengan marga Han sebagai pengemudi kendaraan saat insiden terjadi di persimpangan Jalan Yucai dan Jalan Dongmen sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa Han “menabrak pejalan kaki karena pengoperasian kendaraan yang tidak semestinya,” demikian isi pernyataan tersebut tanpa menyebut jumlah korban. Ditambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

Polisi juga mengatakan para korban “segera dibawa ke rumah sakit untuk perawatan,” dan tidak mengonfirmasi atau membantah laporan daring terkait korban jiwa.

Media Tiongkok Caixin mengutip pernyataan para pemilik toko di sekitar lokasi, yang mengatakan bahwa korban kemungkinan adalah murid dari Sekolah Dasar No.1 Miyun yang berada di dekat lokasi kejadian. Menurut Google Maps, sekolah tersebut hanya berjarak dua menit berjalan kaki atau sekitar 150 meter dari persimpangan itu.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa Rumah Sakit Universitas Peking mengonfirmasi kepada Caixin bahwa mereka merawat beberapa anak yang terluka, sementara beberapa lainnya dibawa ke Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok.

Dalam rekaman video yang dipublikasikan di platform X oleh akun @whyyoutouzhele—akun milik seniman yang berbasis di Italia, Li Ying, yang telah mengumpulkan dua juta pengikut sejak membagikan informasi terkait lockdown COVID-19 di Tiongkok pada tahun 2020—terlihat roda depan sebuah SUV abu-abu terjepit di antara pagar dan pohon. Enam jenazah tampak tergeletak di persimpangan jalan.

Seorang saksi yang tiba di lokasi setelah tragedi itu mengatakan kepada The Epoch Times bahwa ia melihat beberapa anak tergeletak di tanah dan tampaknya tidak dapat diselamatkan. Ia mengatakan total 11 orang tertabrak, termasuk orang dewasa dan anak-anak, dan enam anak tewas di tempat.

Menurut pria itu, yang identitasnya dirahasiakan demi keselamatannya dari potensi balasan rezim Tiongkok, para anak tersebut sedang kembali ke kelas usai makan siang saat ditabrak mobil.

Pria itu menambahkan bahwa ia tidak bisa banyak bicara karena banyak orang yang mengungkap informasi terkait insiden ini telah diperingatkan oleh polisi untuk diam.

Saksi lain juga mengatakan kepada The Epoch Times bahwa sang pengemudi menabrakkan mobil ke arah anak-anak saat mereka menyebrang jalan.

Belakangan ini, terjadi beberapa insiden serupa di Tiongkok di mana orang-orang tertabrak mobil, terutama di luar sekolah. Ada pula beberapa serangan menggunakan pisau di tempat umum. Polisi biasanya menyatakan insiden seperti itu sebagai serangan acak, dan menyebutnya sebagai akibat dari kemarahan atau depresi pelaku.

Pemimpin Tiongkok Xi Jinping menjadikan masalah ini sebagai prioritas setelah sebuah kejadian berdarah pada November 2024, di mana 35 orang tewas akibat seorang pengemudi menabrakkan mobilnya ke kerumunan di Zhuhai, sebuah kota di pesisir selatan Tiongkok.

Sejak itu, laporan tentang serangan seperti ini disensor, diduga untuk mencegah aksi peniruan oleh pelaku lain. (asr)

Gu Xiaohua dan The Associated Press turut berkontribusi dalam laporan ini.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine