EtIndonesia. Dalam konsep Enneagram (sembilan tipe kepribadian), Tipe 8 dikenal sebagai “Tipe Pemimpin”. Tipe ini juga sering disebut sebagai: Pemimpin, Pelindung, Dominan, Komandan, Bos, Penguasa, Raja, Pengusaha Besar, Penantang, Abang Besar, Pecinta Kekuasaan.
Mereka yang termasuk dalam Tipe 8 umumnya memiliki karakteristik perilaku sebagai berikut:
· Mengandalkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri, tidak menggantungkan diri pada orang lain
· Melindungi orang-orang yang dianggap “miliknya”, dan enggan bergaul dengan yang lemah
· Merasa bahwa menegakkan keadilan adalah tanggung jawab pribadi
· Ingin mengendalikan segala hal, menyukai tantangan dan proyek-proyek besar
· Tidak takut konflik atau pertentangan, bahkan cenderung menyambutnya
· Falsafah berjuang: menilai kekuatan lawan, menentukan strategi, menyerang saat kuat, menunggu saat lemah
· Bersikap blak-blakan dalam bertindak dan berbicara
· Pantang menyerah, dan memiliki daya balas dendam yang kuat
Tipe 8 memiliki aura kepemimpinan yang kuat, penuh semangat keadilan, dan senang melindungi yang lemah. Namun satu kelemahan utama mereka adalah terlalu menyukai kontrol atas orang lain.
Lalu, bagaimana agar seorang Tipe 8 bisa berkembang menjadi seorang pemimpin yang hangat dan penuh toleransi?
1. Latihlah Diri untuk Menahan Diri
Belajarlah untuk menahan diri. Ketika kamu mampu tidak memaksakan kehendakmu kepada orang lain, saat itulah kamu menunjukkan kekuatan sejati.
Menunjukkan kebesaran hati sering kali lebih dihargai dan disukai dibandingkan dengan memamerkan kekuasaan. Gunakan kekuatanmu untuk menanggung tanggung jawab, menolong orang-orang di sekitarmu melewati masa sulit, dan dengan itu kamu akan mendapat cinta serta penghormatan tulus dari mereka.
2. Belajarlah untuk Rendah Hati dan Memberi Ruang
Ketika kamu mampu menahan keinginan untuk menguasai hati semua orang, kamu sedang belajar menjadi manusia yang lebih baik. Dalam hal-hal yang tidak terlalu penting, cobalah memberi kepercayaan penuh kepada orang lain, beri mereka ruang untuk bertindak. Jangan khawatir bahwa itu akan mengancam otoritasmu—justru sebaliknya, itu menunjukkan kebesaran dan kelapangan hatimu.
3. Izinkan Cinta Masuk ke Dalam Hidupmu
Sadari bahwa tidak semua orang di dunia ini memusuhimu. Banyak orang mencintaimu, memedulikanmu. Ketika kamu tahu siapa yang benar-benar berada di pihakmu, menunjukkan sisi lembut dan penuh kasih tidak akan melemahkanmu. Justru, itu akan memperkuat harga dirimu, membangun keyakinan dan keunggulanmu dalam hidup.
4. Ingat: Kita Semua Makhluk Sosial
Sebagai manusia, kita tidak bisa menghindari hubungan dengan orang lain. Mungkin kamu merasa semua pencapaianmu adalah hasil jerih payah sendiri, tanpa bantuan siapa pun. Namun faktanya, komitmen dan kerja keras banyak orang di sekitarmu—baik mitra kerja, sahabat, maupun keluarga—adalah bagian penting dari keberhasilanmu. Jangan lupakan mereka.
5. Jangan Terlalu Mengagungkan Kekuasaan
Kekuasaan yang diperoleh dari harta, status, atau bahkan kekuatan fisik memang bisa membuat seseorang merasa luar biasa, ditakuti, dan disanjung. Tapi perlu diingat:
Orang yang mendekat hanya karena kekuasaanmu tidak sungguh-sungguh mencintaimu. Kamu juga tidak benar-benar peduli pada mereka. Pada akhirnya, hubungan semacam itu hanya transaksi palsu—yang akan membuatmu selalu khawatir soal kesetiaan dan posisi.
6. Perjuangkan Tujuan yang Lebih Tinggi dari Diri Sendiri
Hidup bukan hanya soal kepentingan pribadi. Bagi kebanyakan orang, keluarga dan orang-orang terdekat adalah sumber motivasi utama dalam hidup.
Belajarlah memperjuangkan tujuan yang lebih besar daripada keuntungan pribadi—seperti kasih sayang terhadap pasangan dan anak-anak. Di sanalah kamu bisa merasakan kepuasan sejati, pertumbuhan spiritual, serta pengalaman hidup yang sangat berharga.
7. Temukan dan Bangun Keyakinan Diri Lewat Iman
Iman akan membawamu pada kesadaran bahwa ada sesuatu yang lebih tinggi dan lebih agung dari dirimu sendiri, sesuatu yang layak membuatmu berserah.
Bagi banyak Tipe 8, menundukkan diri atau berserah kepada siapa pun terasa tidak terbayangkan. Namun tanyakanlah pada dirimu:
Apakah kamu tidak percaya kepada Tuhan karena benar-benar rasional dan logis, atau hanya karena kamu enggan melepaskan egomu dan kenikmatan dunia?
8. Jangan Menutup Diri dari Kemungkinan Perubahan
Jangan menolak kemungkinan untuk berubah. Jika kamu berada dalam kondisi kejiwaan yang tidak sehat, dan menyakiti orang lain karena luka batinmu sendiri, maka inilah saatnya untuk mulai mengubah hidupmu.
Hidup tak hanya menawarkan satu jalan. Percayalah pada kebaikan hatimu yang terdalam, dan jangan tolak kesempatan untuk benar-benar berubah.
9. Gunakan Kekuatanmu untuk Menciptakan Kesempatan bagi Orang Lain
Kemampuanmu untuk membuka jalan dan memberi peluang kepada orang lain adalah potensi terbesar dalam dirimu. Ketika Tipe 8 menggunakan kekuatannya untuk memberi harapan dan keberuntungan kepada orang lain, mereka akan dikenang sebagai sosok yang murah hati dan dihormati.
Jadi, saat kamu memiliki kuasa dan sumber daya, gunakanlah dengan bijaksana dan murah hati. Kamu akan mendapatkan banyak sekutu, dan bisa mempercayai orang-orang yang bekerja bersamamu. Meskipun hasil jerih payahmu bisa saja diklaim orang lain, atau dilupakan, jangan khawatir—orang akan selalu mengingat siapa yang peduli dan memberi. Ketika kamu memperhatikan kebutuhan orang lain, kebutuhanmu pun akan diperhatikan.
10. Pertanyaan Terakhir:
Luka yang kamu timbulkan pada orang lain, atau pertolongan yang kamu berikan kepada mereka—manakah yang kamu ingin orang lain ingat darimu?
Aku yakin kamu sudah punya jawabannya di dalam hati. Maka, ikutilah suara hatimu—dan lakukan yang terbaik. (jhn/yn)


