Mantan Kepala Badan Intelijen Pertahanan AS : Beijing Sedang Alami Pergantian Kekuasaan, Kabar Xi Jinping Lengser Ramai di Kalangan Politik AS

Baru-baru ini, kabar bahwa pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) kehilangan kekuasaan terus berkembang di kalangan elit politik Amerika dan media internasional. Pada 30 Juni, Politbiro PKT mengadakan rapat untuk membahas “Peraturan Kerja Lembaga Koordinasi Keputusan Pusat Partai”, yang disebut-sebut bertujuan untuk memperkuat desain tingkat tinggi dan koordinasi menyeluruh dalam pelaksanaan kebijakan besar. Para ahli menilai bahwa langkah ini akan mematahkan sistem kekuasaan satu orang dan memperkuat spekulasi bahwa Xi Jinping telah kehilangan kekuasaan.

EtIndonesia. Pada 30 Juni, Politbiro PKT menggelar rapat untuk membahas “Peraturan Kerja Lembaga Koordinasi Keputusan Pusat”. Kantor berita milik PKT, Xinhua, melaporkan bahwa pendirian lembaga koordinasi ini dan penerapan peraturan tersebut merupakan langkah penting untuk memperkuat kepemimpinan pusat dalam pengambilan keputusan strategis serta pelaksanaan tugas besar secara terpadu.

Namun, meskipun rapat tersebut dipimpin oleh Xi Jinping, laporan resmi yang dirilis tidak mencantumkan kalimat rutin seperti “berpusat pada Xi Jinping”, yang selama ini selalu dicantumkan — sebuah perubahan yang cukup mencolok.

 “Ini sama sekali tidak berarti bahwa hanya karena Xi Jinping memimpin rapat itu, dia telah kembali ke posisi dominan seperti dulu. Ini justru terasa seperti kembali ke sistem kepemimpinan kolektif, dengan menekankan koordinasi dan kepemimpinan terpadu, yang sejatinya adalah upaya untuk memperbaiki atau menghindari keadaan pemerintahan satu orang yang absolut,” ujar Peneliti dari Institut Penelitian Keamanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi. 

Sejak Xi Jinping tiba-tiba menghilang dari publik selama dua minggu dari 21 Mei hingga 4 Juni, muncul spekulasi luas bahwa kekuasaannya telah dikurangi. 

Dalam beberapa waktu terakhir, para pejabat militer terdekat Xi banyak yang tersingkir atau menghilang secara misterius, sementara di bidang diplomatik juga terjadi banyak keanehan, semua ini menarik perhatian media dan politisi utama Amerika Serikat.

Pada 27 Juni, pensiunan Letjen Angkatan Darat AS sekaligus mantan Penasehat Keamanan Nasional dan Direktur Badan Intelijen Pertahanan (DIA),  Michael Flynn, menulis di platform X bahwa jelas sedang terjadi pergantian kekuasaan di Tiongkok, yang akan membawa dampak sangat besar.

Sehari kemudian, mantan diplomat senior AS Gregory W. Slayton juga menulis di New York Post bahwa berdasarkan situasi beberapa bulan terakhir, tampaknya kejatuhan Xi sudah sangat dekat dan bahwa para “tetua” PKT tengah mengatur segalanya dari balik layar.

Tang Jingyuan, pembawa acara program “Jingyuan Bicara”, mengatakan:  “Jenderal Flynn bukan orang yang sembarangan berbicara. Jika dia tidak memiliki informasi intelijen yang kuat atau sumber yang terpercaya, dia tidak akan berani dengan terang-terangan membuat pernyataan seperti itu di platform X, memperingatkan bahwa sesuatu yang besar telah terjadi dalam tubuh PKT.”

Belakangan ini, di luar negeri beredar berbagai versi tentang siapa pengganti Xi. Namun, analisis menyebutkan bahwa dengan berbagai krisis internal dan eksternal serta meningkatnya ketidakpuasan rakyat, siapa pun yang naik ke tampuk kekuasaan dalam sistem PKT tidak akan mampu memperbaiki keadaan Tiongkok. Hanya dengan membubarkan PKT-lah Tiongkok bisa benar-benar bangkit.

Pengamat politik, Lan Shu, berkomentar:  “Perubahan personalia di tingkat atas PKT pada akhirnya hanya menghasilkan satu kata—’reformasi’. Tapi reformasi seperti apa pun tidak akan pernah lepas dari satu hal: mempertahankan kepemimpinan partai. Dan selama kepemimpinan partai itu masih ada, bangsa Tionghoa tidak akan punya masa depan. Untuk bisa melangkah ke masa depan, rakyat harus bangkit dan menggunakan berbagai cara untuk membubarkan PKT.” (Hui/asr)

Laporan oleh Tang Rui dan kontributor khusus Luo Ya, NTD Television.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine