Baru-baru ini, seorang ayah muda di Liaoning, Tiongkok menunjukkan keahlian bela dirinya dengan menggunakan jurus “Tieshankao” dari Baji Quan aliran Huo untuk membantu anaknya memetik aprikot dari pohon. Sekali tubruk, buah aprikot pun berguguran bak hujan. Keahlian bela dirinya menuai banyak pujian dari netizen.
EtIndonesia. Luo Tianxiao, pewaris generasi keempat Baji Quan aliran Huo dari Fushun, Liaoning, mengunggah sebuah video di akun media sosialnya pada 29 Juni yang langsung menjadi perbincangan hangat.
Hari itu, Luo dan keluarganya sedang jalan-jalan dan melewati sebuah pohon aprikot yang sarat buah. Anak lelakinya berlari ke bawah pohon, mengambil aprikot yang jatuh ke tanah.
Dalam video, terlihat Luo perlahan berjalan mendekati pohon dan berkata kepada putranya: “Baiklah, ayah bantu kamu turunkan aprikotnya.”
驚艷!中國爸爸用霍氏八极拳“铁山靠”,帮孩子摘杏。 pic.twitter.com/hhbuh6jY7r
— ying tang (@yingtan04410735) July 1, 2025
Tampak ia menyentuh batang pohon sejenak, lalu dengan seketika menggunakan tubuhnya untuk menghantam batang pohon dengan kekuatan besar. Dalam sekejap, buah aprikot berjatuhan seperti hujan.
“Wooh!” seru sang istri yang merekam video, tak bisa menyembunyikan kekagumannya.
Anak mereka dengan gembira memungut aprikot dari tanah dan mengumpulkan satu kantong besar penuh, tertawa bahagia, dan seluruh keluarga pun mendapatkan hasil yang melimpah.
Usai kejadian itu, Luo Tianxiao menjelaskan kepada netizen bahwa ia memang pewaris asli Baji Quan aliran Huo generasi keempat. Jurus yang ia gunakan saat itu adalah jurus khas “Tieshankao” (Tubrukan Gunung Besi).
“Ini salah satu teknik klasik dari Baji Quan, disebut ‘Tieshankao’, teknik menubruk dari jarak dekat,” jelasnya sambil tersenyum. “Awalnya ini memang untuk pertarungan, tapi ternyata juga sangat berguna untuk menurunkan aprikot dari pohon.”
Pada 1 Juli, tagar “Ayah Gunakan Tieshankao dari Baji Quan untuk Petik Aprikot” masuk dalam daftar trending di media sosial. Banyak netizen memuji Luo atas kekuatan ledaknya yang luar biasa.
Komentar netizen antara lain:
“Keren banget jurus Tieshankao si Ayah! Bantu anak petik aprikot sambil pamer bela diri, berguna dan menghangatkan hati.”
- “Sepuluh tahun Baji tak dikenal, sekali tubruk aprikot semua orang tahu.”
- “Menurutku, bisa atau tidaknya berlatih Tieshankao tergantung seberapa gemuk kamu,” ujar salah satu netizen dengan nada bercanda.
Diketahui, “Tieshankao” adalah salah satu dari enam jurus pembuka utama dalam Baji Quan. Gaya bertarungnya dikenal simpel, keras, gerakan pendek tapi ganas, menghantam dengan keras, dan sangat agresif serta penuh kekuatan.
Seorang pria dewasa dengan tinggi sekitar 175 cm dan tubuh kekar bisa menghasilkan daya hantam dua hingga tiga ratus jin (setara 100–150 kg), cukup kuat untuk mengguncang pohon dan menjatuhkan buah aprikot. (Hui/asr)
Luo Tingting /Zhu Xinrui – NTDTV.com


