Analisis Apakah  Xi Jinping Akan Lengser atau Umumkan Pensiun? 

EtIndonesia. Baru-baru ini, mantan diplomat Amerika Serikat, Gregory W. Slayton,  mengungkapkan bahwa “Pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping kemungkinan akan lengser”, dan bisa saja mengumumkan pensiun pada  Agustus mendatang. Ia menyebut bahwa sekelompok senior elite PKT tengah mengatur semuanya dari balik layar.

Dalam tulisannya, Slayton menyatakan bahwa melihat perkembangan dalam beberapa bulan terakhir, kemungkinan Xi akan lengser sudah sangat dekat. Kondisi kesehatan Xi dikabarkan memburuk, dan besar kemungkinan ia akan pensiun pada  Agustus, atau hanya menjabat dalam posisi seremonial tanpa kekuasaan nyata.

Artikel tersebut menyebutkan bahwa rumor tentang Xi akan mundur sudah sering beredar, namun kali ini tampaknya lebih nyata dari sebelumnya. Baru-baru ini, puluhan jenderal yang loyal terhadap Xi telah “dibersihkan”, bahkan beberapa meninggal secara misterius. Selain itu, jumlah pengawal pribadi Xi juga dilaporkan berkurang setengah.

“Apakah Xi Jinping sudah kehilangan kendali penuh atas kekuasaan, atau ada pihak yang ingin mengangkat Wang Yang ke tampuk kepemimpinan, saya pikir peluangnya 50:50. Dalam dua-tiga tahun terakhir, Xi melakukan pembersihan besar-besaran terhadap para jenderal militer, termasuk Miao Hua yang juga disingkirkan. Dalam kondisi seperti ini, orang akan merasa bahwa kontrol Xi terhadap militer goyah, atau bahkan kekuasaannya mulai lepas,” ujar pengamat politik Taiwan, Li You-tan. 

Para ahli menilai bahwa serangkaian tanda di dalam tubuh PKT menunjukkan bahwa kejatuhan Xi adalah tren yang tak terhindarkan—hanya tinggal menunggu waktu.

Penulis kolom Epoch Times, Wang He, mengatakan: “Melihat situasi saat ini, ada dua faktor utama yang menentukan apakah Xi akan mundur: Pertama, jika kondisi fisiknya tiba-tiba memburuk, maka ia bisa segera lengser. Kedua, tergantung pada sejauh mana Xi bersedia bekerja sama dengan para pengendali kekuasaan sejati di dalam partai. Jika tidak mau bekerja sama, maka ia akan segera disingkirkan. Namun jika bersedia, maka ia bisa turun pada waktu yang lebih teratur, misalnya di Sidang Pleno Keempat (Pleno IV), atau paling lambat di Kongres Nasional ke-21.”

Slayton juga menyebutkan bahwa Zhang Youxia dan para sesepuh PKT telah memilih Wang Yang sebagai Ketua Komite Sentral berikutnya.

Wang He menambahkan: “Dari sisi pengalaman dan senioritas politik, Wang Yang memang merupakan sosok yang paling cocok untuk menggantikan Xi. Selain itu, Wang berhasil keluar tanpa cedera dari Kongres ke-20 (2022), jadi ada kemungkinan besar bahwa faksi-faksi lain di PKT bisa bersatu dan menariknya kembali ke tampuk kekuasaan. Namun, semua ini masih belum pasti. Segalanya masih bisa berubah. Kita hanya bisa menunggu dan melihat bagaimana akhirnya.” (Hui/asr)

Laporan oleh wartawan NTD, Li Yun dan Qiu Yue.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine