Kakek 64 Tahun Merajut “Boneka Vitiligo” untuk Menyembuhkan Luka Batin Anak-anak yang Menderita Penyakit yang Sama

EtIndonesia. Seorang kakek berusia 64 tahun asal Brasil mencuri perhatian publik karena aksi mengharukannya. Setelah pensiun, dia mulai membuat boneka khusus yang memiliki ciri khas bercak putih seperti penderita vitiligo—penyakit kulit yang juga dia derita. Boneka-boneka ini dia berikan secara cuma-cuma kepada anak-anak penderita vitiligo, dan setiap anak yang menerima boneka itu pun tersenyum bahagia, memeluknya erat, seakan tak ingin melepaskannya.

Kakek tersebut bernama João Stanganelli Junior, tinggal di Brasil. Karena mengalami gangguan kesehatan, dia baru-baru ini memutuskan untuk setengah pensiun dari profesinya di dunia kuliner. João sendiri telah menderita vitiligo sejak usia 30-an. Wajahnya dihiasi bercak putih khas penyakit tersebut, yang membuatnya tampak menonjol di tengah keramaian.

Vitiligo—yang juga dikenal dengan istilah “leukoderma” atau “penyakit bercak putih”—adalah penyakit kulit jangka panjang yang menyebabkan hilangnya pigmen di beberapa bagian tubuh, sehingga muncul bercak putih mencolok. Penderita vitiligo sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari, karena kulit mereka yang kehilangan pigmen akan lebih mudah iritasi dan terbakar. Penyakit ini tidak berbahaya secara fisik dan tidak menular, namun kerap menimbulkan tekanan mental akibat stigma sosial. Diperkirakan 1–3% populasi dunia mengalami kondisi ini.

Meski sudah pensiun, João tidak bisa berdiam diri. Terbiasa dengan hidup yang aktif, dia merasa perlu mencari sesuatu yang bisa dia kerjakan—bukan hanya agar tetap produktif, tetapi juga agar tetap terhubung dengan masyarakat.

Suatu hari, João dan istrinya mencoba mempelajari seni merajut dengan teknik crochet (rajutan jarum kait). Meski pada awalnya cukup sulit dan membuat jarinya sakit serta punggungnya nyeri, dia tak menyerah. Tak lama kemudian, dia mulai menguasai teknik dasar merajut tersebut.

“Awalnya jari dan punggung saya sakit sekali. Tapi sekarang tidak lagi,” ujar João kepada media Bored Panda.

Boneka pertama yang João buat adalah hadiah untuk cucunya. Dia ingin membuat sebuah boneka yang akan menjadi kenang-kenangan seumur hidup bagi sang cucu—sesuatu yang mencerminkan dirinya sendiri. Lalu muncullah ide: membuat boneka dengan bercak putih di wajah, sama seperti dirinya yang menderita vitiligo.

Setelah boneka itu selesai, dia tersadar—boneka ini bisa lebih dari sekadar hadiah. Dia bisa menjadi penyembuh luka batin bagi anak-anak penderita vitiligo. Maka dimulailah misinya: membuat lebih banyak boneka yang menyerupai anak-anak dengan kondisi serupa. Tidak hanya itu, João bahkan menciptakan boneka yang menggunakan kursi roda, menyampaikan pesan inklusi yang lebih luas.

“Saya sebenarnya belum sepenuhnya pensiun. Saya masih menjalankan sebagian kecil dari pekerjaan lama saya di bidang makanan. Tapi sekarang, 90% waktu saya habiskan untuk membuat boneka. Dan saya punya banyak pesanan menunggu,” ujar João.

“Merajut itu sangat adiktif. Begitu kamu terbiasa dengan ritmenya dan tanganmu sudah mulai menebal karena kapalan, kamu akan sulit berhenti.”

João kini rutin membagikan hasil karyanya melalui Facebook dan Instagram. Respon dari para penerima boneka sangat positif. Mereka merasa gembira, terharu, dan terinspirasi. Lebih dari sekadar mainan, boneka-boneka ini menjadi sumber semangat dan kepercayaan diri bagi mereka.

Menurut informasi dari Wikipedia, beberapa tokoh terkenal juga diketahui mengidap vitiligo, termasuk mendiang Michael Jackson, serta Winnie Harlow, model asal Kanada yang kini menjadi ikon kecantikan unik dunia.

Banyak warganet merasa terharu dan membanjiri kolom komentar dengan pesan-pesan penuh empati:

·        “Anak laki-laki saya juga menderita vitiligo. Ia sering dihina waktu kecil. Apa yang Anda lakukan ini benar-benar luar biasa.”

·        “Putri saya juga memiliki kondisi yang sama. Saya tak sabar menunjukkan boneka ini kepadanya. Semoga ia tahu bahwa ada orang lain yang senasib.”

·        “Saya pun punya vitiligo. Saya sering menyembunyikan tangan dan wajah saya. Hormat saya padamu, ini adalah tindakan penuh kasih yang akan membawa senyum ke banyak wajah.”

Catatan Penutup

Boneka-boneka itu bukan hanya boneka. Mereka adalah jembatan penghubung antara jiwa yang terluka dan harapan yang baru. Apa yang dilakukan João adalah bukti nyata bahwa tindakan kecil, jika dilakukan dengan cinta, bisa membawa dampak besar. Bahwa bahkan di usia senja, seseorang masih bisa memberi terang bagi dunia.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine