Pada Selasa (1 Juli) malam, suara ledakan terdengar tanpa henti di Gaza bagian utara, menerangi langit malam. Pasukan militer Israel melancarkan operasi militer di Khan Younis, Gaza selatan, dengan tujuan menghancurkan terowongan bawah tanah milik kelompok teroris Hamas. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan memusnahkan Hamas dan membebaskan semua sandera. Presiden Trump juga menyatakan bahwa Israel telah menyetujui persyaratan gencatan senjata selama 60 hari, dan mendesak Hamas untuk segera meletakkan senjata dan mengakhiri perang.
EtIndonesia. Operasi militer Israel di Gaza masih terus berlangsung. Pada Selasa malam, ledakan terdengar di Gaza utara, dan cahaya api memenuhi langit malam.
Pada Rabu (2 Juli), militer Israel merilis video yang menunjukkan pasukan darat Israel sedang melakukan operasi di daerah Khan Younis, Gaza selatan.
Pasukan Israel menghancurkan sebuah terowongan bawah tanah yang digunakan Hamas untuk menghubungkan wilayah Khan Younis dan Rafah.
Pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan sepenuhnya menghancurkan kelompok ekstremis Hamas dan membebaskan semua sandera.
PM Israel Netanyahu mengatakan: “Saya katakan kepada Anda, tidak akan ada lagi Hamas. Tidak akan ada negara Hamas. Kita tidak akan kembali ke masa itu — masa itu telah berakhir. Kita akan membebaskan semua sandera. Kita akan mengalahkan Hamas.”
Pada konferensi pers yang digelar di ibu kota Estonia, Tallinn, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar kembali mendesak Hamas untuk melucuti senjata.
Menlu Israel Gideon Sa’ar mengatakan: “Hamas masih dengan kejam menahan sekitar 50 orang sandera kami. Jika Hamas membebaskan sandera dan meletakkan senjatanya, perang bisa berakhir besok.”
Sehari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump melalui platform media sosial “Truth Social” menyatakan bahwa Israel telah menyetujui rancangan akhir gencatan senjata 60 hari di Gaza, dan mendesak Hamas untuk menyetujuinya.
Trump menulis: “Hari ini, perwakilan saya mengadakan pembicaraan panjang dan produktif dengan Israel terkait isu Gaza. Israel telah menyetujui persyaratan penting untuk gencatan senjata 60 hari. Dalam waktu itu, kami akan bekerja sama dengan semua pihak untuk mengakhiri perang.”
Trump menambahkan bahwa perwakilan dari Qatar dan Mesir akan menyampaikan proposal gencatan senjata tersebut kepada Hamas.
Pada hari yang sama, Trump juga menyampaikan kepada wartawan bahwa ia berharap Israel dan Hamas bisa mencapai kesepakatan gencatan senjata paling lambat minggu depan.
Hamas pada Rabu merespons dengan menyatakan bahwa mereka terbuka terhadap gagasan gencatan senjata, namun menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus mengakhiri perang secara total.
Sehari sebelumnya, kelompok bersenjata Houthi dari Yaman mengklaim telah menembakkan rudal ke Israel, dengan sasaran termasuk bandara Israel.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant kembali memperingatkan kelompok Houthi untuk menghentikan serangan, jika tidak, Israel akan memberlakukan blokade laut dan udara terhadap mereka.
Sebagian besar rudal dan drone serangan yang diluncurkan Houthi ke arah Israel berhasil dihalau oleh sistem pertahanan udara Israel. (Hui/asr)
Laporan oleh Zhao Fenghua – NTDTV


