Seiring dengan meningkatnya suhu udara, Korea Selatan kembali diserang oleh kawanan serangga kecil yang dikenal dengan nama “serangga cinta” (lovebugs). Meski namanya terdengar indah, kehadiran mereka di udara sama sekali tidak menambah nuansa romantis.
EtIndonesia. Badan Lingkungan Hidup Korea pada Jumat (4 Juli) menyatakan bahwa pemerintah telah mengirim puluhan petugas ke Gunung Gyeyang, yang terletak di bagian barat ibu kota Seoul, untuk menangani wabah serangga yang sangat parah.
Awal pekan ini, video-video di media sosial menunjukkan bahwa jalur pendakian yang biasanya indah berubah menjadi koridor kacau yang dipenuhi suara dengungan. Dalam video tersebut, serangga berwarna hitam tampak menutupi seluruh jalur pendakian hingga tanah tak terlihat, bahkan tubuh para pendaki pun penuh dengan serangga cinta—pemandangan yang cukup mengerikan.
Serangga cinta, yang secara ilmiah dikenal sebagai Plecia longiforceps, umumnya berwarna hitam dengan bagian dada berwarna merah gelap dan memiliki panjang tubuh sekitar 5–6 mm. Mereka dikenal dengan sebutan “serangga cinta” karena sering terlihat dalam pasangan saat musim kawin.
Musim kawin serangga ini tengah berlangsung di Seoul. Meski siklus hidupnya singkat—jantan hanya hidup sekitar 3–4 hari dan betina sekitar 1 minggu—mereka dapat bertelur dalam jumlah besar di tanah lembab sebelum mati. Spesies ini umumnya ditemukan di wilayah tenggara Tiongkok, Taiwan, dan Kepulauan Ryukyu Jepang.
Menurut Kementerian Lingkungan Korea, serangga cinta pertama kali ditemukan di Korea pada tahun 2015, dan diyakini berasal dari Tiongkok selatan.
Meskipun tidak menyengat dan tidak menyebarkan penyakit, serangga ini sangat mengganggu karena jumlahnya sangat banyak dan sering menempel di kaca mobil, dinding rumah, restoran, hingga gerbong kereta bawah tanah, menyulitkan kehidupan warga setempat.
Pemerintah kota Seoul menyatakan dalam pengumuman resminya bahwa serangga cinta sebenarnya adalah serangga yang bermanfaat, dan menyarankan warga untuk mengusirnya secara alami dengan semprotan air, serta menghindari penggunaan insektisida kimia. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


