Kebakaran hutan meledak di California, Amerika Serikat pada Rabu (2 Juli) sore. Api dengan cepat meluas pada Kamis (3 Juli), dan hanya dalam waktu setengah hari, area terbakar telah melampaui 52.000 hektare, menjadikannya kebakaran hutan terbesar di California sepanjang tahun ini.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan selama libur Hari Kemerdekaan AS. Pihak berwenang mengimbau warga untuk tidak menyalakan kembang api di tengah cuaca panas dan kering demi mencegah kebakaran semakin meluas.
EtIndonesia. Api tiba-tiba muncul di dekat Highway 166 di bagian selatan County San Luis Obispo, California, sekitar pukul 13.00 siang pada Rabu (2/7/2025). Kebakaran yang diberi nama “Madre Fire” itu dengan cepat menyebar dan dalam waktu sehari telah melahap sebagian besar padang rumput di wilayah tengah negara bagian tersebut, membuat warga setempat tidak sempat bersiap.
Hingga Kamis siang, area yang terbakar telah mencapai 35.530 hektare, pada malam hari terus meluas hingga 52.592 hektare, dengan hanya 10% api yang berhasil dikendalikan. Sebanyak 50 bangunan dilaporkan terancam.
Pemerintah daerah segera mengeluarkan perintah evakuasi darurat, menutup sejumlah jalan, dan mengerahkan lebih dari 300 petugas pemadam kebakaran, helikopter, dan mobil pemadam untuk berjibaku memadamkan api siang dan malam. Menurut laporan, banyak komunitas kecil di dekat Highway 166 telah dievakuasi secara paksa, dan sebagian jalur arah timur di jalan tersebut telah ditutup.
Pihak berwenang California memperingatkan bahwa cuaca panas, kering, dan disertai angin kencang sangat meningkatkan risiko kebakaran hutan. Beberapa wilayah di bagian timur negara bagian telah mengeluarkan peringatan bendera merah (Red Flag Warning). Pejabat pemadam kebakaran meminta masyarakat untuk tidak menggunakan kembang api selama perayaan Hari Kemerdekaan guna mencegah potensi kebakaran lebih lanjut.
Saat ini, terdapat puluhan kebakaran kecil lain yang juga masih aktif di seluruh negara bagian. Namun, “Madre Fire” telah melampaui kebakaran besar yang melanda kawasan Los Angeles pada awal tahun, dan menjadi kebakaran terbesar di California hingga pertengahan 2025 ini. (Hui/asr)
Laporan dari Liu Jiajia, reporter NTDTV di Amerika Serikat


