EtIndonesia. Musim panas merupakan waktu aktif bagi serangga. Semut, kecoa, lalat, laba-laba, dan nyamuk yang mengganggu mulai bermunculan. Selain membeli obat pengusir serangga berbahan kimia, Anda juga bisa menggunakan bahan-bahan yang sudah ada di dapur untuk mengusir mereka.
Penulis pemenang penghargaan, Sandy Lindsay, membagikan beberapa metode membuat pengusir serangga sendiri. Berbeda dengan produk yang dijual di pasaran yang mungkin mengandung zat kimia berbahaya, pengusir serangga buatan sendiri dapat dikontrol bahan-bahannya secara tepat, aman, hemat, dan efektif membunuh berbagai hama.
Cengkeh
Letakkan kantong kecil berisi cengkeh di lemari, laci, ruang cuci, atau tempat lain yang rentan dengan hama seperti kutu buku dan kepik. Cengkeh juga dapat mengusir semut, kutu beras, ngengat, lalat, dan kutu. Senyawa aktif dalam cengkeh, yaitu eugenol, digunakan dalam beberapa shampo untuk membasmi kutu dan caplak.
Kulit Jeruk
Kulit jeruk mengandung senyawa kuat seperti limonene, linalool, dan tannin alami yang sangat dibenci oleh lalat dan semut. Gosokkan kulit jeruk bekas pakai ke ambang jendela atau pintu.
Anda juga bisa merendam beberapa kulit jeruk dalam cuka putih selama 48 jam, lalu saring dan masukkan ke dalam botol semprot — ini akan menjadi cairan pembersih sekaligus pengusir serangga yang ampuh.
Catatan penting: Jangan mengoleskan kulit jeruk langsung ke kulit untuk mengusir nyamuk, karena bisa menyebabkan fitofotodermatitis — semacam luka bakar akibat kulit yang terkena jeruk lalu terpapar sinar matahari.
Bawang Bombay
Potong atau iris bawang, letakkan di piring kecil atau di atas alumunium foil, lalu taruh di dekat pintu, ruang bawah tanah, atau garasi untuk mengusir tikus atau kadal. Di jendela atau lemari, bawang bisa mengusir laba-laba.
Anda juga bisa membuat semprotan untuk mengusir lalat dan serangga lain, terutama di sekitar jendela, pintu, dan tempat sampah. Caranya: cincang satu bawang bombay ukuran sedang, campur dengan secangkir air, aduk, saring, lalu masukkan ke dalam botol semprot. Tambahkan satu sendok makan cuka untuk efek yang lebih kuat.
Ampas Kopi
Kandungan kafein dan diterpena dalam ampas kopi bisa mengusir semut, lalat, dan nyamuk di dalam maupun luar ruangan. Taburkan di area yang diinginkan, termasuk pot tanaman — ini tidak hanya mengusir semut, tetapi juga menyuburkan tanah dengan nitrogen organik. Ampas kopi juga bisa dibakar di atas “mangkuk” dari aluminium foil, menghasilkan aroma seperti aromaterapi dan mengusir nyamuk di luar ruangan.
Catatan: Pastikan ampas kopi benar-benar kering sebelum digunakan. Jemur beberapa hari di bawah sinar matahari atau oven di suhu 175°F (sekitar 80°C) selama 1–2 jam.
Racikan Pembasmi Kecoa
Campur asam borat, tepung, dan gula dengan perbandingan yang sama. Basahi sedikit dan bentuk jadi bola kecil, atau cukup taburkan di bawah peralatan dapur, belakang lemari, atau celah di dinding. Ini efektif untuk membasmi kecoa.
Daun Salam (Bay Leaf)
Daun salam mengandung cineole (eucalyptol), pestisida alami. Hancurkan beberapa daun salam segar atau kering, lalu letakkan di area yang mungkin menjadi jalan masuk serangga seperti di belakang furnitur. Ini efektif mengusir kecoa, laba-laba, semut, dan kutu kayu.
Cuka Putih
Gunakan cuka putih murni untuk mengelap jejak semut — ini memutus jalur feromon mereka sehingga tidak bisa kembali atau mengundang semut lain. Anda juga bisa meletakkan semangkuk cuka di jendela atau dapur, atau campur air dan cuka dalam perbandingan 50:50 dalam botol semprot. Bau tajamnya efektif mengusir semut dan laba-laba, serta membunuh serangga lunak seperti lalat buah. (Hui/asr)
Sumber: Diadaptasi dari buku Bye-Bye Bugs: Natural Repellents for Indoors & Out karya Sandy Lindsay — penulis pemenang penghargaan yang menulis tentang rumah, berkebun, proyek DIY, hewan peliharaan, dan dunia perahu.


