KTT negara-negara BRICS diselenggarakan pada Minggu (6/7/2025) di Rio de Janeiro, Brasil. Ini adalah pertemuan puncak pertama sejak perluasan keanggotaan BRICS. Namun, para pemimpin dari dua negara pendiri — Tiongkok dan Rusia — absen dari pertemuan tersebut.
EtIndonesia. Pertemuan KTT BRICS kali ini adalah yang pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir Pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping tidak hadir dalam KTT. Alasan resmi yang diberikan adalah “bentrok jadwal”, dan Perdana Menteri Li Qiang dikirim sebagai pengganti.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin memilih berpartisipasi secara virtual karena masih menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga tidak hadir karena negaranya baru saja mengalami serangan udara oleh Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklirnya.
Pengamat menilai bahwa absennya para pemimpin ini mencerminkan melemahnya kohesi internal dalam BRICS pasca-perluasan. Bahkan, memperlihatkan bahwa peran aliansi ideologis BRICS kian kabur.
KTT kali ini membahas berbagai isu, termasuk perang di Gaza dan perkembangan kecerdasan buatan. Namun, setelah ekspansi, negara-negara BRICS kini memiliki pandangan yang berbeda dalam hal sikap terhadap Amerika Serikat, kebijakan ekonomi, dan geopolitik. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan luar: apakah kelompok ini masih mampu mencapai konsensus?
BRICS awalnya dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok. Kemudian diikuti oleh Afrika Selatan, Mesir, Iran, dan negara lainnya. Saat ini, BRICS memiliki 10 anggota resmi. (Hui/asr)
Laporan oleh Xu Zhe dan Chi Xiao – NTDTV


