EtIndonesia. Amerika Serikat telah mencabut penetapan organisasi teroris asing untuk Front al-Nusrah yang berbasis di Suriah, yang juga dikenal sebagai Hay’at Tahrir al-Sham (HTS), sebuah memo yang dipublikasikan secara daring pada hari Senin (7/7) berbunyi. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menandatangani memo tertanggal 23 Juni sebelum dipublikasikan dalam pratinjau Federal Registe. Memo tersebut secara resmi dipublikasikan pada hari Selasa (8/7).
Hal ini dipandang sebagai langkah Washington untuk memenuhi janjinya membantu Suriah mengakhiri isolasi dari sistem keuangan internasional dan membangun kembali setelah perang saudara yang menghancurkan. Seminggu sebelumnya, Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang mengakhiri program sanksi AS terhadap Suriah.
“Setelah berkonsultasi dengan Jaksa Agung dan Menteri Keuangan, dengan ini saya mencabut penetapan Front al-Nusrah, yang juga dikenal sebagai Hay’at Tahrir al-Sham (dan alias lainnya) sebagai Organisasi Teroris Asing,” memo yang ditandatangani oleh Rubio berbunyi.
Kementerian luar negeri Suriah belum memberikan komentar langsung mengenai pencabutan oleh AS tersebut.
Apa itu Front al-Nusrah
Hayat Tahrir al-Sham, atau HTS, sebelumnya merupakan cabang al-Qaeda di Suriah, atau Front Nusra. Pada bulan Desember tahun lalu, HTS bersama dengan pemberontak Islam lainnya di bawah pimpinan Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa melancarkan serangan besar-besaran terhadap Bashar al-Assad dan menggulingkannya sebagai presiden negara tersebut.
HTS mengklaim telah memutuskan hubungan dengan al-Qaeda beberapa tahun yang lalu dan mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk membangun Suriah yang inklusif dan demokratis.
Hayat Tahrir al-Sham muncul selama tahap awal perang saudara Suriah, yang dimulai pada tahun 2011 melawan pemerintah Bashar al-Assad.
Kelompok ini merupakan cabang dari Front Nusra, afiliasi resmi al-Qaeda di Suriah. Namun pada tahun 2016 organisasi tersebut mengklaim telah memutus hubungan dengan Front Nusra dan setahun kemudian mengadopsi nama baru Hayat Tahrir al-Sham. Hal ini memungkinkan organisasi tersebut untuk menjauh, meskipun tidak sepenuhnya, dari ideologi jihad al-Qaeda dan berfokus pada isu-isu khusus Suriah seperti pemerintahan lokal, ekonomi, dan bantuan kemanusiaan.
Meskipun terjadi perubahan ini, ideologi inti Hayat Tahrir al-Sham tetap dikaitkan dengan Jihad dan tujuan utamanya adalah menggulingkan pemerintahan Assad, yang akhirnya tercapai pada bulan Desember tahun lalu.(yn)


