Pada 8 Juli sekitar pukul 05.00 pagi, terjadi bencana longsor di kawasan perbatasan Jilong yang terletak antara Tiongkok dan Nepal. Berdasarkan statistik awal, 17 orang dilaporkan hilang akibat bencana ini. Dari jumlah tersebut, 11 orang hilang di sisi Tiongkok, sedangkan 6 orang lainnya hilang di sisi Nepal, yang semuanya merupakan pekerja dari perusahaan Tiongkok.
EtIndonesia. Menurut informasi dari Kabupaten Jilong Kota Xigazê, Tibet, longsor terjadi setelah hujan deras pada 8 Juli dini hari, yang menyebabkan tanah di pegunungan menjadi gembur dan akhirnya memicu longsor besar ke area perbatasan Jilong. Kantor berita milik pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) , Xinhua, melaporkan bahwa hingga saat ini 17 orang masih belum ditemukan.
Di antara para korban hilang di sisi Tiongkok terdapat pedagang perbatasan dan petugas penjaga perbatasan. Sementara itu, keenam korban hilang di sisi Nepal merupakan anggota tim konstruksi dari perusahaan milik Tiongkok.
Karena lokasi Jilong berada di lereng selatan Pegunungan Himalaya yang medannya sangat curam, akses jalan mengalami kerusakan parah.
Satu-satunya jalur darat telah tertimbun longsor. Ditambah dengan hujan yang terus mengguyur, risiko bencana susulan semakin tinggi. Hal ini menyebabkan operasi penyelamatan menjadi sangat sulit, dan saat ini helikopter menjadi alat transportasi utama untuk proses evakuasi dan bantuan. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


