EtIndonesia. Sejak Jumat lalu (4 Juli), wilayah Texas tengah tiba-tiba dilanda banjir dahsyat yang disebut sebagai banjir terparah dalam beberapa dekade terakhir. Hingga saat ini, setidaknya 104 orang dilaporkan tewas. Presiden AS Donald Trump menyatakan pada Senin malam bahwa ia akan mengunjungi wilayah terdampak di Texas pada Jumat mendatang.
“Presiden Trump dengan cepat menandatangani deklarasi bencana besar untuk Kerr County, Texas, guna memastikan para petugas tanggap darurat yang pemberani mendapatkan semua sumber daya yang mereka butuhkan untuk operasi penyelamatan dan pemulihan,” ujar Juru bicara Gedung Putih, Karoline Levitt.
Menurut data resmi, wilayah yang paling parah terdampak adalah Kerr County, terutama di kota Kerrville, di mana tercatat 75 orang meninggal dunia—termasuk 28 anak-anak. Secara keseluruhan, korban tewas di seluruh negara bagian Texas telah melebihi 100 orang.
Presiden AS Donald Trump mengatakan: “Texas memiliki gubernur yang luar biasa dan anggota kongres yang hebat. Saya bekerja sama dengan mereka. Kami bekerja sangat keras. Ini bencana yang sangat serius, dan jelas Texas telah mengalami kerusakan yang tak terduga. Hari Jumat saya akan pergi ke Texas.”
Camp Mystic, sebuah lokasi perkemahan di tepi Sungai Guadalupe, pada Senin (7 Juli) mengkonfirmasi bahwa 27 peserta dan pembina tewas akibat banjir besar yang melanda perkemahan tersebut.
Senator Partai Republik Ted Cruz menyatakan: “Kematian anak-anak perempuan yang hilang di Camp Mystic adalah mimpi buruk bagi setiap orang tua.”
Sheriff Kerr County, Larry Leitha, mengatakan: “Saat ini, masih ada 10 peserta perkemahan dan 1 pembina yang belum ditemukan di Camp Mystic.”
Pada Jumat lalu, hujan deras mengguyur Texas secara tiba-tiba dengan curah hujan mencapai 30 cm dalam waktu kurang dari satu jam. Hal ini menyebabkan Sungai Guadalupe di Texas tengah meluap drastis dan berubah menjadi arus deras yang menghancurkan.
Jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya serta komunitas sekitar rusak parah. Meskipun air mulai surut, daerah tersebut kini dipenuhi reruntuhan dan kerusakan.
Pada Senin, operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan pemerintah Texas dan federal telah memasuki hari ketiga. Karena dikhawatirkan terjadi banjir susulan, pihak berwenang kembali memerintahkan evakuasi warga. Meksiko juga mengirimkan tim pemadam kebakaran untuk membantu misi penyelamatan.
Kepala Urusan Perbatasan Gedung Putih, Tom Homan, mengatakan: “Saya pikir Menteri Noem dan Presiden Trump merespons dengan sangat cepat. Saya tahu bahwa Patroli Perbatasan dan unit BORSTAR telah dikerahkan dan sedang membantu operasi penyelamatan.”
Saat ini, Texas tengah masih berada dalam status siaga banjir tingkat 3. Curah hujan diperkirakan melebihi 5 inci, yang akan memperparah kondisi tanah yang sudah jenuh air dan membuat upaya penanggulangan bencana semakin sulit. (Hui/asr)
Laporan oleh Yu Liang, reporter NTD TV.


