EtIndonesia. Baru-baru ini, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, secara terbuka menyebut Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan memperingatkan bahwa Perang Dunia Ketiga kemungkinan besar akan meletus dari Selat Taiwan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Taiwan menyerukan solidaritas negara-negara demokratis dunia untuk melawan ancaman Beijing. Militer Taiwan juga akan memulai latihan perang terbesar tahun ini.
NATO: “Perang Dunia III Mungkin Dimulai di Taiwan”
Pada 6 Juli, media asing mengutip wawancara eksklusif dengan Mark Rutte. Ia menyatakan bahwa: “Jika Xi Jinping memutuskan menyerang Taiwan, hal pertama yang ia lakukan kemungkinan adalah menelepon ‘teman kecilnya’ di Moskow, Putin, dan berkata: ‘Hei, saya akan mulai menyerang. Saya butuh kamu membuat keributan di Eropa, serang wilayah NATO agar mereka terpecah fokusnya.’”
Artinya, militer PKT dan Rusia kemungkinan akan secara bersamaan melancarkan serangan, masing-masing di Taiwan dan Eropa, dengan PKT sebagai penggerak utama. Ini adalah peringatan paling keras NATO terhadap Beijing hingga saat ini.
NATO Fokus Hadapi Ancaman Jangka Panjang: Rusia, PKT, Korea Utara, dan Iran
“Saya percaya ini akan menjadi pertemuan penting dan menentukan. Fokus utama adalah pengeluaran militer, serta memastikan NATO memiliki dana dan kapabilitas cukup untuk menghadapi ancaman jangka panjang, bukan hanya dari Rusia, tetapi juga ekspansi militer besar-besaran oleh TPKT, serta fakta bahwa Korea Utara, PKT, dan Iran mendukung perang Rusia-Ukraina,” kata Rutte pada KTT NATO di Den Haag, Belanda, 25 Juni lalu.
Taiwan: Dunia Perlu Melawan Agresi Beijing
Pada 7 Juli, Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-lung, juga memberikan peringatan. Ia menyatakan bahwa: “Hubungan internasional saat ini sangat bergejolak. Kawasan Indo-Pasifik menghadapi tantangan geopolitik yang berat. Terlebih lagi, PKT terus-menerus menantang tatanan internasional berbasis aturan, yang merusak demokrasi, supremasi hukum, HAM, kebebasan, dan bahkan perdagangan yang adil.”
Ia menambahkan bahwa semakin banyak negara kini menunjukkan perhatian nyata terhadap keamanan kawasan Indo-Pasifik, seperti dengan mengirim kapal militer melintasi Selat Taiwan guna menegaskan bahwa perairan itu adalah wilayah internasional.
Taiwan: “Semakin Aman Taiwan, Semakin Aman Dunia”
Lin juga mengkritik PKT karena memelintir Resolusi PBB No. 2758 dan menggunakan UU Anti-Sekesi serta 22 Pasal Anti-Kemerdekaan untuk melancarkan “perang hukum” terhadap Taiwan.
“Semakin aman Taiwan, semakin aman dunia. Semakin tangguh Taiwan, semakin kokoh garis pertahanan demokrasi dunia.”
Taiwan Gelar Latihan Militer Terbesar Tahun Ini
Pada 8 Juli, Kementerian Pertahanan Taiwan mengumumkan bahwa latihan militer Han Kuang ke-41 akan dimulai pada 9 Juli, berlangsung selama 10 hari 9 malam yang digelar 24 jam nonstop. Latihan ini akan mensimulasikan kondisi pertempuran nyata, dengan integrasi penuh antar tiga matra militer Taiwan (darat, laut, dan udara).
Menjelang latihan ini, Kementerian Pertahanan juga melaporkan bahwa sebanyak 20 pesawat militer PKT, termasuk J-16 dan pesawat peringatan dini KJ-500, terpantau beroperasi di sekitar Selat Taiwan. Dari jumlah tersebut, 13 pesawat melintasi garis tengah Selat Taiwan.
Sebagai tanggapan, militer Taiwan segera mengerahkan pesawat tempur, kapal perang, dan sistem rudal pantai untuk melakukan pengawasan dan penanganan intensif terhadap manuver militer PKT. (Hui/asr)
Laporan dari wartawan New Tang Dynasty TV, Tian Xin – dari Amerika Serikat


