Trump Kembali Layangkan Ultimatum Tarif, Negara-Negara Asia Tenggara Bergegas ke AS untuk Berunding

EtIndonesia. Pada 8 Juli, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan bahwa mulai 1 Agustus 2025, semua negara wajib mulai membayar putaran baru tarif bea masuk, dan tanggal tersebut tidak akan diubah serta tidak akan ada penundaan lebih lanjut.

Bea Baru hingga 40%, 14 Negara Terdampak

Sehari sebelumnya, pemerintahan Trump baru saja mengumumkan kebijakan tarif baru terhadap Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara Asia Tenggara. Total 14 negara terdampak, dengan tarif maksimal mencapai 40%.

Negara-negara tersebut terutama berada di kawasan Asia, termasuk:

  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Thailand
  • Indonesia
  • Malaysia, dan lainnya.

Target Utama: Struktur Perdagangan Tiongkok di Asia

Menurut laporan The Guardian, para analis menilai kebijakan Trump ini sebenarnya menargetkan struktur perdagangan Tiongkok di Asia dan berusaha memotong pengaruh ekonomi Beijing.

Lu Yaoqun, pakar dari Universitas Nasional Singapura, menilai bahwa perbedaan kepentingan yang besar antar negara Asia membuat mereka sulit bersatu menghadapi tekanan tarif ini, yang justru memberikan keuntungan strategis bagi Trump.

Negara Asia Tenggara Bergegas ke AS

Menghadapi “pentungan tarif” ini, negara-negara Asia Tenggara pun tidak tinggal diam, dan mengirim delegasi secara darurat ke AS untuk bernegosiasi:

  • Menteri Keuangan Thailand, Pichai Chunhavajira, menyatakan terkejut atas tarif 36% yang dikenakan pada Thailand. Ia menegaskan bahwa pihaknya sedang menyusun strategi negosiasi darurat demi memperoleh syarat yang lebih baik.
  • Menko Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, terbang langsung dari Brasil ke Washington DC untuk melakukan pembicaraan terkait tarif 32% yang akan diterapkan.
    Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia, Hendra Sinadia, menyatakan kekhawatiran bahwa ekspor minyak sawit Indonesia ke AS dapat anjlok hingga 20% jika tarif diberlakukan.
  • Menteri Perdagangan Malaysia, Tengku Zafrul Aziz, menyatakan bahwa Malaysia bersedia melakukan negosiasi dengan AS, demi mencapai kesepakatan yang seimbang dan saling menguntungkan.

Vietnam Sudah Capai Kesepakatan

Tidak semua negara panik. Vietnam telah lebih dulu mencapai kesepakatan dengan AS:

  • Tarif untuk sebagian besar produk diturunkan menjadi 20%,
  • Namun produk Tiongkok yang hanya transit di Vietnam lalu diekspor ke AS tetap dikenai tarif tinggi 40%, untuk mencegah praktik “pemalsuan negara asal” oleh perusahaan Tiongkok.

Dampak Terhadap Perdagangan AS-Tiongkok

Kebijakan tarif Trump sudah mengubah arus perdagangan global:

Menurut laporan Reuters, data terbaru dari perusahaan teknologi rantai pasokan Descartes menunjukkan bahwa:

  • Impor AS dari Tiongkok anjlok 28,3% pada Juni,
  • Sebaliknya, ekspor dari negara-negara Asia Tenggara ke AS justru meningkat tajam.

Hal ini menunjukkan bahwa para importir AS aktif mendiversifikasi rantai pasokan mereka demi menghindari “biaya tinggi dari Tiongkok”.

Pasar Saham Masih Stabil

Reaksi pasar saat ini relatif tenang. Bahkan bursa saham Jepang, Korea Selatan, dan Australia justru sedikit menguat, menunjukkan bahwa investor masih menunggu perkembangan selanjutnya. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine